BBC, Cilegon: Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, mencatat semua kecamatan di Kota Cilegon rawan terkena banjir pada saat curah hujan yang tinggi terjadi di Kota Cilegon.
Diinformasikan, Kota Cilegon memiliki delapan Kecamatan, dengan empat puluh tiga kelurahan. Kecamatan Cibeber, Citangkil, Cilegon, Ciwandan, Grogol, Jombang, Pulomerak, dan Purwakarta, Kota Cilegon.
Adapun untuk Kelurahan meliputi, Bagendung, Ciwedus, Bendungan, Ketileng, dan masih banyak kelurahan lainnya di Kota Cilegon. Namun demikian, Kecamatan yang sering terkena banjir yakni, Kecamatan Cibeber, Ciwandan dan Kecamatan Cilegon.
Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi menyatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan untuk menghadapi Bencana Hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
“Sekarang yang sedang dipersiapkan adalah menghadapi bencana Hidrometeorologi. Karena ini sudah masuk puncak musim penghujan,” ucap Suhendi di kantornya, Rabu (10/12/2025).
Suhendi menyebut, berdasarkan hasil rapat kewilayahan yang dilakukan di Aula Setda Kota Cilegon, yang dihadiri pihak kelurahan dan kecamatan menyampaikan, hampir semua wilayah di Kota Cilegon berpotensi terkena banjir pada saat terjadi hujan lebar.
“Dari hasil rapat kewilayahan di Aula Setda kemarin, dengan dihadiri oleh Camat dan Lurah. Hampir semua Kecamatan itu melaporkan di wilayahnya ada potensi-potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banjir kalau di Cibeber itu di Kalitimbang, PCI, kemudian juga ada yang di Grogol di daerah Keruwuk, Kota Sari, di Merak itu di Kelurahan Taman Sari itu potensi-potensi itu ada,” ujar Suhendi.
Suhendi juga menyebut di Kota Cilegon juga ada dua Wilayah yang rawan terjadi bencana longsor. Keduanya yakni, Wilayah Grogol dan Pulomerak, yang kondisi Geografisnya masih dipenuhi perbukitan atau pegunungan yang bisa mengakibatkan bencana tanah longsor.
“Kalau yang perlu diwaspadai di Pulomerak dan Grogol karena memang Geografisnya daerah pegunungan dan tebing juga,” katanya.
Untuk itu, Suhendi menyatakan pihaknya menyiagakan sebanyak 30 personil BPBD Kota Cilegon. Namun demikian, dari 30 personil yang disiagakan yang melaksanakan piket untuk 24 jam itu sebanyak 21 personel yang dilengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan bencana Hidrometeorologi.
Suhendi mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada lantaran saat ini sudah memasuki puncak musim penghujan yang berpotensi terjadi bencana Hidrometeorologi. Seperti menghindari lokasi rawan banjir, menyiapkan tas bencana untuk dokumen penting, dan menghindari berada di bawah pohon besar yang rawan roboh. (1-2).





































