BBC, Cilegon – KPSE mendorong pengembangan berkelanjutan pemuda lokal untuk masa depan Industri di Kota Cilegon. Dengan demikian, keberadaan industri tidak hanya tentang aktivitas produksi, tetapi juga tentang bagaimana proses pertumbuhan itu menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Diketahui, bersama dengan anak perusahaannya PT KPSE Services Indonesia, perusahaan menghadirkan ruang belajar nyata bagi pemuda lokal untuk membangun keterampilan, pengalaman kerja, dan karakter profesional sebagai bekal memasuki dunia industri di Kota Cilegon melalui Program Pekerja Temporari Bergilir (PTB).
Sebanyak 14 pemuda dari tiga kelurahan di Kecamatan Ciwandan dan Citangkil telah menyelesaikan Program Pekerja Temporari Bergilir Angkatan ke-4. Program ini dirancang bukan sekadar memberikan pengalaman kerja sementara, tetapi menjadi proses pengembangan yang berkesinambungan agar para peserta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kebutuhan dunia industri.
Selama satu tahun pelaksanaan program, para peserta belajar langsung di lingkungan kerja dengan standar kualitas dan keselamatan yang tinggi. Mereka juga dibiasakan dengan budaya kerja profesional, kedisiplinan, serta kerja sama tim.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting agar pemuda lokal mampu beradaptasi dan bersaing, tidak hanya di KRAKATAU POSCO, tetapi juga di berbagai perusahaan industri yang berkembang di kawasan Cilegon.
Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah alumni PTB angkatan sebelumnya telah bekerja di berbagai perusahaan mitra dan industri di sekitar kawasan. Pengalaman yang mereka peroleh selama program menjadi nilai tambah yang relevan dan dibutuhkan oleh dunia kerja, terutama di sektor industri yang menuntut kesiapan teknis dan sikap kerja yang baik.
Direktur KPSE Edwin Sumiroza mengatakan, pengembangan program tidak berhenti pada pelatihan kerja semata, tetapi juga diperluas ke berbagai jalur peningkatan kapasitas masyarakat. “Melalui program pelatihan cleaning service bersertifikat BNSP hasil kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak 13 orang sudah terserap bekerja dari total 48 peserta. Ini menunjukkan bahwa pelatihan yang tepat bisa menjadi jalan masuk masyarakat untuk memiliki keahlian profesional,” ujar Edwin dalam pelantikan peserta PTB yang Jumat, (13/2/2026) di Aula Kecamatan Ciwandan.
Dikatakan Edwin, pengembangan juga dilakukan di sektor pendidikan melalui program beasiswa bagi siswa berprestasi dari wilayah sekitar perusahaan. “Kami ingin pembekalan dimulai lebih awal. Karena itu, penerima beasiswa yang berminat di bidang teknik difasilitasi melanjutkan pendidikan di SMK YPKS dengan kesempatan magang di lingkungan industri,” katanya.
Sementara itu, Department Head PR&GA KRAKATAU POSCO, Eka Manti Saputra, menyampaikan, program ini diarahkan untuk membangun nilai yang terus berlanjut bagi masyarakat. Hingga saat ini, Program Pekerja Temporari Bergilir telah memasuki Angkatan ke-5 dengan total 55 pemuda yang telah diluluskan
“Harapannya, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman sesaat, tetapi membawa keterampilan dan pola kerja yang bisa menjadi modal jangka panjang. Industri di Cilegon terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja yang siap, dan program ini menjadi salah satu jalur pembelajaran menuju ke sana,”ucapnya.
Selain itu, Camat Ciwandan, Agus Ariadi, mengapresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pemuda lokal karena menghadirkan pengalaman kerja yang berharga sebagai bekal masa depan. Ia berharap KRAKATAU POSCO terus berkembang dan membuka peluang lanjutan sehingga semakin banyak kesempatan yang dapat diakses pemuda di masa mendatang.
“Perusahaan sudah memberikan ruang dan kesempatan, maka para pemuda juga harus ikut menjaga dan mendukung keberlangsungan perusahaan,” ujarnya.
Melalui rangkaian program ini, KRAKATAU POSCO berharap lahir lebih banyak generasi muda yang memiliki kesiapan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk menjadi bagian dari ekosistem industri Cilegon. Pengembangan yang berlangsung secara berkelanjutan diharapkan tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga membantu membangun masa depan pemuda lokal yang lebih kuat dan berdaya saing. (Adv).

































