BBC, Serang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Taklimat Media Triwulan I Tahun 2026 dengan tema “Resilensi Ekonomi Banten di Tengah Ketidakpastian Kondisi Geopolitik Dunia”, di Kota Serang, Kamis 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi komunikasi kebijakan antara Bank Indonesia, media massa, serta para pemangku kepentingan di wilayah Banten dalam menjaga optimisme dan stabilitas perekonomian daerah di tengah meningkatnya dinamika global.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, menyampaikan perekonomian global pada tahun 2026 masih dibayangi ketidakpastian yang tinggi akibat eskalasi tensi geopolitik dunia, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada peningkatan harga energi, terganggunya rantai pasok global, serta perlambatan perdagangan internasional. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan sedikit melambat menjadi sebesar 3,0 persen.
“Di tengah tekanan global tersebut, ekonomi nasional tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Perekonomian Indonesia pada Triwulan I 2026 tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen (yoy), didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan efektivitas berbagai program prioritas pemerintah. Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen (yoy), sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” ungkap Ameriza.
Ameriza menyebut, transaksi pembayaran berbasis QRIS di Provinsi Banten menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Transaksi QRIS di Provinsi Banten triwulan 1 2026 tumbuh sebesar 68,78 persen (yoy) dengan nominal transaksi meningkat sebesar 70,72 persen (yoy).
“Didukung oleh jumlah pengguna QRIS yang meningkat sebesar 9,63 persen (yoy). Kinerja tersebut semakin memperkuat posisi Provinsi Banten sebagai provinsi dengan jumlah pengguna QRIS terbesar kelima secara nasional dengan pangsa sebesar 5,54 persen,” jelasnya.
Selain itu, kata Ameriza jumlah merchant QRIS di Banten juga menempati posisi terbesar kelima secara nasional dengan pangsa sebesar 6,20 persen. Kondisi ini menunjukkan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran di Banten terus berkembang secara positif dan semakin diterima luas oleh masyarakat serta pelaku usaha.
“Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Banten memprakirakan pertumbuhan ekonomi Banten tetap terjaga sejalan dengan kuatnya permintaan domestik, berlanjutnya investasi, serta sinergi kebijakan antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
































