Suasana seminar Sinergi Ponpes, Masjid dan Kampus, di aula FKIP Untirta, Rabu 6 Mei 2026. 

BBC, Serang – Pondok Pesantren hadir sebagai pusat pendidikan sekaligus kehidupan sosial. Apalagi di Provinsi Banten tercatat ada sebanyak 6.032 pesantren yang tersebar di 8 kabupaten/kota dan 155 kecamatan.

“Angka ini menunjukkan jangkauan yang luas hingga ke tingkat desa,” ungkapDekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageung Tirtayasa (FKIP Untirta) Fadlullah, disela kegiatan seminar Sinergi Ponpes, Masjid dan Kampus, di aula FKIP Untirta, Rabu 6 Mei 2026.

Pesantren, kata dia menjadi ruang belajar, beribadah, dan berinteraksi. Dalam banyak kasus, pesantren adalah institusi paling dekat dengan masyarakat.
“Inilah kekuatan yang tidak tergantikan oleh model lain,” katanya.

Fadlullah menyebut, masa depan pendidikan Indonesia tidak cukup dibayangkan, tetapi harus dirancang dengan kesadaran penuh. Perubahan zaman bergerak lebih cepat daripada kemampuan banyak institusi untuk beradaptasi.

“Dalam situasi ini, pendidikan tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. la harus melompat, tetapi tetap berpijak pada nilai,” sebutnya.

Fadlullah menambahkan di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi, pertanyaan mendasarnya tetap sama. Bagaimana membentuk manusia yang utuh, bukan sekadar pintar.

“Inilah titik tolak untuk melukis wajah masa depan pendidikan Indonesia. Pendidikan harus kembali pada esensinya sebagai pembentuk manusia,” imbuh Fadlullah.

Wakil rektor Bidang Akadmik Rusmana, menyampaikan apresiasi kepada FKIP UNTIRTA yang terus melakukan Dharma Pendidikan.”Kegiatan seminar ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Banten,” ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rossi Khoerunissa menyampaikan sebagai anggota DPR RI dirinya berjanji akan mengawal implementasi Undang-undang Sisdiknas.

“Termasuk didalamnya ada pengembangan pesantren sebagai lembaga keagamaan yang terus bertransformasi sesuai kebutuhan zaman,” uajrnya.

Baca juga :  Akibat Cuaca Buruk BPTD Hentikan Sementara Pelayanan di Pelabuhan Merak