BBC, Serang – Laut membentang luas di sekeliling Pulau Panjang, Kabupaten Serang. Namun, bagi anak-anak yang tumbuh di sana, luasnya bentang alam belum selalu sejalan dengan luasnya pilihan untuk belajar. Di SD Negeri Pulo Panjang 2, di tengah kehidupan masyarakat kepulauan, buku, lapangan bermain, dan perangkat teknologi menyimpan arti lebih dari sekadar fasilitas sekolah. Semuanya adalah jalan bagi anak-anak untuk mengenal dunia yang jauh lebih besar daripada pulau tempat mereka tinggal.
Untuk mencapai daratan, masyarakat Pulau Panjang mengandalkan transportasi laut melalui Dermaga Grenyang. Kondisi geografis tersebut membuat ketersediaan sarana pendidikan di pulau menjadi penting. Ketika akses ke berbagai fasilitas di luar pulau tidak semudah di wilayah perkotaan, sekolah menjadi salah satu tempat terdekat bagi anak-anak untuk menjelajahi pengetahuan, mencoba hal baru, dan menemukan kemampuan diri.
Kini, ruang itu diperluas melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten. Bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Harfa, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyerahkan bantuan fasilitas pendidikan kepada SD Negeri Pulo Panjang 2, Kamis 15 Oktober 2026.
Salah satu wujudnya adalah tiga saung taman baca. Di tempat ini, anak-anak diharapkan dapat menikmati buku di luar suasana kelas, menemukan cerita-cerita baru, dan membangun kebiasaan membaca. Bagi sekolah di wilayah kepulauan, tambahan ruang literasi bukan sekadar menghadirkan tempat duduk dan rak buku, melainkan memperbanyak cara bagi siswa untuk belajar.
Ruang untuk bertumbuh juga hadir di luar kegiatan membaca. Peralatan voli, bulu tangkis, sepak takraw, futsal, dan tenis meja disediakan untuk mendukung aktivitas olahraga. Melalui permainan, anak-anak dapat melatih ketangkasan, mengenal kerja sama, serta belajar menghadapi kemenangan dan kekalahan.
Di sisi lain, laptop, mikrofon nirkabel, dan perangkat tata suara (sound system) melengkapi kebutuhan pembelajaran dan kegiatan sekolah. Teknologi yang bagi sebagian anak di perkotaan mungkin sudah akrab, kini diharapkan semakin dekat dengan keseharian siswa Pulau Panjang.
Bagi para guru, nilai bantuan tersebut tidak semata terletak pada jumlah maupun jenis barang yang diterima. Yang lebih berarti adalah bertambahnya pilihan kegiatan untuk mendampingi anak-anak belajar.
“Kami senang sekali. Anak-anak sekarang punya tempat membaca yang nyaman dan lebih banyak kegiatan di sekolah. Mudah-mudahan mereka jadi semakin semangat belajar,” ungkap Fatimah, Kepala SD Negeri Pulo Panjang 2.
Dari kebutuhan sehari-hari di ruang kelas itulah Bridge Banten mengambil peran. Bantuan diarahkan untuk mendukung kegiatan sekolah secara lebih menyeluruh, dari literasi dan olahraga hingga pemanfaatan perangkat digital. Setiap fasilitas memiliki fungsi berbeda, tetapi bertemu pada tujuan yang sama yaitu memberi anak-anak lebih banyak ruang untuk mencoba dan berkembang.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengapresiasi dukungan PLN UID Banten dalam memperkuat sarana pendidikan di Pulau Panjang. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN memiliki peran penting dalam memperluas layanan pendidikan hingga ke wilayah kepulauan.
“Kami ingin anak-anak di Pulau Panjang mendapat kesempatan belajar yang sama baiknya. Terima kasih kepada PLN yang sudah ikut membantu sekolah ini. Semoga fasilitasnya terus dimanfaatkan dan membawa manfaat bagi anak-anak,” ungkap Najib.
Sementara itu, General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy, mengatakan bahwa pemanfaatan fasilitas oleh sekolah menjadi bagian penting dari keberlanjutan program. Saung baca akan berarti ketika anak-anak terbiasa mengunjunginya. Sarana olahraga akan bermanfaat ketika digunakan untuk berlatih dan bermain. Begitu pula perangkat digital, yang nilainya terletak pada kemampuannya membantu guru memperkaya proses pembelajaran.
“Kami berharap semua fasilitas ini dipakai setiap hari, bukan hanya saat diserahkan. Yang paling penting, anak-anak dan guru benar-benar merasakan manfaatnya,” ungkap Tonny.
Ia menambahkan bahwa pendidikan adalah bekal penting yang semestinya dapat dijangkau setiap anak, tanpa dibatasi tempat mereka tinggal.
“Anak-anak di Pulau Panjang punya mimpi yang sama besarnya dengan anak-anak di kota. Kami ingin mereka juga punya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka,” ungkap Tonny.
Di balik penyediaan sarana tersebut, ada persoalan yang lebih besar, yaitu jarak geografis masih dapat memengaruhi kemudahan masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan. Karena itu, menghadirkan dukungan langsung ke sekolah di wilayah kepulauan menjadi salah satu cara memperkecil kesenjangan tersebut.
Bagi PLN UID Banten, program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk ikut mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Kehadiran PLN tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan kelistrikan, tetapi juga melalui dukungan yang dapat membantu anak-anak mempersiapkan masa depannya.
Di Pulau Panjang, sebuah saung baca mungkin tampak kecil dibandingkan luasnya laut yang mengelilinginya. Namun, dari tempat sederhana itulah seorang anak dapat membuka buku, mengenal dunia yang belum pernah dilihatnya, dan mulai membayangkan masa depan yang berbeda.








