BBC, Cilegon – Dua orang awak bus Damri jurusan Lampung Jakarta diamankan petugas ketika akanseorang keluar dari kapal roro di dermaga 6 pelabuhan merak. Alasannya kedua petugas tersebut berusaha akan menabrak petugas ketika akan diberhentikan.

Peristiwa berawal ketika bus Damri warna merah itu baru jeluar dari mulut kapal. Dimana ketika petugas meminta sopir untuk memelankan laju kendaraan, ternyata malah melakukan tancap gas dan hampir menabrak petugas. Bahkan sang Kernet berusaha menghalau petugas dengan menyeprotkan cairan pemadam kebakaran.
“Tadi petugas membuat mobil Damri agar jalannya pelan-pelan dan tidak ngebut. Eh malah terancam gas, dan ironisnya kernet bus malah nyemprotin cairan pemdam kebakaran,” kata salah seorang petugas Polisi di dermaga 6 Pelabuhan Merak, Sabtu, 24/6/2017.

Sukri menuturkan, aksi nekat 2 awak bus tersebut terhenti setelah petugas kepolisian dan TNI turun tangan menenangkan sang supir dan meminta supir dan kenek keluar dari kendaraan untuk dilakukan tes urine.
“Kami menjaga dua awal bus tersebut ambil, karena melihat gelagatnya seperti ada yang tidak beres,” ujarnya.

Peristiwa tersebut juga disebabkan oleh serang Sandi yang berada di Lokasi bersama Iwan. Menurutnya, semua petugas terkejut dengan ulah sipil Bus. Dimana saat kejadian kondisi sopir bus seperti tidak normal. Meski diakui belum diketahui alasan keuangan melakukan also nikah di tengah adanya gelombang pemudik di Pelabuhan Merak. “Informasinya keduannya diamankan untuk dilakukan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Pelabuhan Merak,” imbuhnya. (1-1)

Baca juga :  Lakukan Kampanye Akbar Andra-Dimyati Janjikan Sekolah Gratis untuk Masyarakat Cilegon