BBC, Serang – Penjagaan sebanyak 17 Titik perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di Kota Serang, diserahkan ke pihak Kecamatan. Secara teknis penjagaan palang pintu dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Tidak hanya itu melalui Dinas perhubungan penjagaab juga akan melibatkan unsur mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpuban Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Serang.
Sekertaris daerah Kota Serang Urip Henus menjelaskan, selama tiga bulan kedepan pengamanan untuk penjagaan di 17 titik palang pintu, diserahkan oleh pihak kecamatan yang dikoordinir oleh Dinas Perhubungan. Untuk sementara penjagaan satu palang pintu dijaga oleh dua orang.
Adapun secara teknis untuk pembayaran petugas diserahkan ke Dinas Perhubungan,pihak Kecamatan dan Polsek setempat.
“Ini bentuk keseriusan kami Pemkot Serang, kalau sudah ngomong pasti akan tindak lanjuti,” ujar Urip kepada bukabantebnnews.com, Selasa, 18/7/2017.
Untuk membayar penjaga selama tiga bulan kedepan Pemkot Ssrang melalui Dinas Perhubungan setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp25,5 juta.
Dengan perhitungan untuk satu orang divayar Rp250 perbulan di kali 17 titik tanpa palang pintu yang ada di Kota Seran,” jelas Urip.
Untuk mengantisipasi pembuatan palang pintu, kata Urip Pemkot Serang mengajak kerjasama kepada para perusahaan swasta melalui CSR yang ada di wilayah Kota Serang, seperti perbankan, rumah sakit dan yang lainya.
“Ya kita coba ajak mereka untuk kerjasamanya, kalau palang pintu sudah terbuat tinggal kita yang memikirkan tenaga penjaganya,”jelas Urip.







