BBC, Riau – Wakil Gubernur Banten, Andika Hazurmy memaparkan potensi Provinsi Banten dihadapan diplomat dunia pada Regional Diplomatic Meeting di Nirwana Resort, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu 15/11/2017.
Secara garis besar, Andika mengajak seluruh diplomat dari negara-negara sahabat untuk melihat Provinsi Banten sebagai wilayah yang investment friendly.
“Mulai dari populasi yang mencapai 11 juta jiwa,luas wilayah, potensi pantai, pariwisata, dan potensi agrikultur. Posisi Banten juga termasuk strategis karena berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I,” jelas Andika.
Wagub juga menjelaskan sejauh ini Pemprov Banten sudah melaksanakan kerja sama dengan sejumlah negara sahabat. Andika menyebut Australia yang bekerja sama dalam bidang penggemukkan ternak sapi, dan Korea dalam membangun Viaduct Karian yang dalam masa depan akan menjadi salah satu bagian penting dalam suplay air bersih di seluruh Pulau Jawa.
“Kami berharap terus bisa menjalin kerja sama dengan semua, dalam berbagai bidang, untuk kemajuan masyarakat Banten,” kata Wagub.
Pada kesempatan itu juga Andika menyatakan untuk mengakselerasi laju pembangunan di wilayah Sumatera, menjadi masuk akal bila kita semua melihat kembali rencana soal pembangunan Jembatan Selat Sunda. Andika menyebut hal itu sebagai bagian penting dalam menyambungkan dua koridor ekonomi Indonesia, yaitu Sumatera dan Jawa.
Paparan Wagub Banten rupanya mendapat respons baik dari para diplomat. Salah satunya dari Kerajaan Denmark yang secara khusus menyatakan menantikan adanya pembicaraan yang produktif dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Regional Diplomatic Meeting (RDM) adalah event yang diinisiasi oleh Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Pada prinsipnya RDM bertujuan untuk mempertemukan langsung antar pemerintah daerah dengan negara-negara sahabat.
Ketua BKSP DPD RI, Bahar Ngitung mengatakan melalui kegiatan ini,diharapkan terbangun komunikasi langsung antara daerah dan negara-negara luar. Antara daerah dan diplomat dapat menemukan peluang kerja sama dan investasi yang berbagai sektor yang dianggap saling menguntungkan. Dengan demikian masing-masing pihak bisa menemukan peluang-peluang baru bagi kerja sama dan investasi di berbagai sektor yang saling menguntungkan. Bahar menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini dihadiri oleh 8 kedutaan negara sahabat, 24 perwakilan provinsi dan 22 Anggota DPD RI. (1-1)