BBC, Cilegon – Parawisata yang ada di Kota Cilegon memiliki potensi yang bagus untuk terus dikembangkan. Oleh sebab itu keberadaan potensi pariwisata di kota Baja perlu mendapatkan dukungan dari sisi payung hukum.

“Karena saat ini Perda lama yang diterbitkan tahun 2009 memang perlu diperbaharui,” kata Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi usai menghadiri rapat paripurna penetapan 4 Raperda menjadi Perda di gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu 27/12/2017.

Menurut Plt Walikota pihaknya mengapresiasi terkait penetapan empat Raperda yang telah disyahkan menjadi Perda di Kota Cilegon. Adapun keempat perda yang telah disyahkan tersebut yakni

“Raperda yang ditetapkan menjadi Perda Kota Cilegon  tersebut yaitu, perda Pengelolaan barang milik daerah, Perda Penanaman Modal Daerah, Perda Sistem Kesehatan Daerah, dan Perda penyelenggaraan usaha Keparawisataan Daerah Kota Cilegon,” jelasnya.

Apalagi Walikota menjelaskan  keempat Raperda yang telah ditetapakan menjadi Perda tersebut, sangat mendukung program pemerinah Kota Cilegon.

“Khususnya tentang parawisata yang ada di Kota Cilegon,” kata Edi.

Edi menuturkan pemkot Cilegon berencana menyusun Rencana Tata Ruang dan Wilayah atau RT RW se-kota Cilegon. Dengan demikian  hal itu tergantung terhadap RT, RW yang akan disesuaikan dengan susunan potensi pariwisata yang ada di Kota Cilegon.

“Penyesuaian dilakukan itu tambah Edi dianggap perlu agar persoalan parawisata di kota cilegon tidak bertabrakan dengan  kebijakan yang dibuat pemerintah Kota Cilegon,” tukas Edi. (1-2)