BBC, Cilegon – Kota Cilegon akan menjadi tuan rumah pelaksanan Pelatihan Ardex Ke-18 tingkat Asean, yang akan dilaksanakan selama empat hari mulai dari tanggal 5 – 8 November 2018. Demikian terungkap dalam kegiatan Pra Pelatihan Ardex Ke-18 yang digelar di Hotel The Royal Krakatu Kota Cilegon, Selasa, 30/10/2018.

Wakil Direktur Latihan (Wadirlat) CPX dan FTX Bagus Tjahjono menjelaskan bahwa, kegiatan yang akan dilaksanakn selama empat hari tersebut akan melibatkan peserta kurang lebih sekitar 2 ribu peserta. Yang terdiri dari tingkatan keluarga, kelompok Desa, Kecamatan hingga ke tingkat Kota dan Provinsi.

“Kegiatan pelatihan ini perlu dilakukan, mengingat Banten ini memiliki sejarah terjadinya bencana yang cukup besar. Maka saya berharap semua pihak dapat mendukung pelaksanaan kegiatan Pelatihan Ardex tersebut,”kata Bagus kepada Bukabantennews.com saat ditemui disela-sela kegiatan.

Bagus menyampaikan bahwa, tujuan dilakukanya kegiatan pelatihan tersebut adalah untuk membekali kesiap siagaan masyarakat dalam memghadapi apabila terjadinya bencana alam maupun bencana Industri.

“Selain untuk membekali masyarakat agar dapat siap siaga dalam menghadapi bencana, namun juga sebagai upaya untuk meminimalisir korban pada saat bencana terjadi,”ujarnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Wadirlat TTX di BNPB Medi Herlianto mengatakan kegiatan Ardex tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan seluruh masyarakat agar mereka lebih paham dan mengerti apa yang harus dilakukan apabila terjadi bencana alam.

“Dalam memberikan pemahaman kesiap siagaan terhadap masyarakat dalam menghadapi bencana, maka harus dapat dilakukan secara berkelanjutan,”jelasnya.

Medi menekankan bahwa pentingnya pelatihan Ardex tersebut dilakuan, karena keselamatan manusia pada saat peristiwa bencana terjadi. keselamatan Individu bukan tergantung terhadap orang lain,  namun keselamatan tersebut dapat terjadi dari Individunya itu sendiri.

Baca juga :  75 Persen SMP di Kota Cilegon Masuk Dalam Kategori Sekolah Sehat

“Untuk menumbuhkan kesiap siagaan dalam nenghadapi bencana tersebut, saya meminta kepada pihak Pemerintah Daerah agar dapat melakukan pelatihan ardex secara terus menerus. Terutama kepada anak-anak sekolah, karena anak sekolah merupakan generasi penerus yang akan nenyampaikan informasi keselamatan kepada keluarga dan masyarakat,”pungkasnya (1-2).