BBC, Serang – Ikatan Alumni Universitas Sultan Agung Tirtayas (IKA Untirta) merasa prihatin dan sangat menyayangkan ketergesaan langkah dan sikap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Banten yang telah melakukan pemecatan terhadap 6 guru honorer (non ASN) SMA Kronjo Tangerang. “Sanksi yang diberikan akibat tindakan dari 6 orang guru tersebut yang diduga telah melakukan pose dukungan terhadap capres-cawapres tertentu yang dilakukan di lingkungan sekolah SMA Kronjo Tangerang,” kata Ketua IKA Untirta Asep Abdullah Busro melalui press rilisnya yang diterima bukabantennews.co.id, Sabtu 23/3/2019.

Menurutnya, IKA Untirta memandang langkah pemecatan tersebut tidak tepat, dan menjadi preseden buruk dan berdampak negatif merugikan baik bagi keluarga 6 guru tersebut yang kehilangan mata pencaharian.
“Maupun bagi siswa peserta didik serta menciderai rasa keadilan masyarakat,” jelasnya.

Asep menuturkan, pihaknya memahami semangat Kadisdikbud Pemprov Banten yang berusaha menjaga netralitas jajaran dilingkungan lembaga pendidikan dibawah kepemimpinannya. Namun IKA Untirta menilai penjatuhan sanksi tersebut tidak proporsional dan bersifat prematur karena diputus sebelum adanya hasil verifikasi oleh bawaslu.
“Oleh karenanya sanksi pemecatan terhadap 6 orang guru tersebut perlu dievaluasi/ditinjau kembali serta dikoreksi secara proporsional,” terangnya.

Sementara apabila faktanya terjadi pelanggaran oleh 6 guru tersebut, lanjutnya IKA Untirta memandang pemberian teguran atau Surat Peringatan Tertulis adalah bentuk sanksi yang tepat, bijaksana dan proporsional.
“Sehingga disatu sisi fungsi penegakan hukum dan disiplin oleh Kadisdikbud Pemprov Banten dapat efektif diterapkan, disisi lainnya 6 guru tersebut masih bisa tetap mengajar dan memperoleh hak gajinya,” lanjut Asep.

Untuk itu, Asep mengaku IKA Untirta akan memberikan pendampingan bantuan hukum dan dukungan yang diperlukan guna memastikan 6 guru honorer tersebut dapat kembali aktif mengajar sebagai guru dan memperoleh honorarium gajinya seperti semula. Bahkan IKA Untirta berkomitmen untuk membantu penyelesaian permasalahan tersebut secara tuntas menyeluruh, akan memfasilitasi dan melakukan komunikasi efektif dengan para pihak terkait dan institusi berwenang, serta menginisiasi adanya formulasi solusi yang efektif dan akomodatif bagi para pihak.

Baca juga :  Wagub Andika Ajak HIPMI Banten Bantu Wujudkan UMKM Go Digital

“Semoga Allah Swt, Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Kuasa, senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, petunjuk dan pertolonganNya kepada kita semua agar dapat bersama-sama diberi kemudahan dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat dan bangsa kita dengan sebaik-baiknya,” harap Asep.

Diketahui sebelumnya beredar luas di media sosial foto enam guru honorer yang diketahui dari sekolah di Kronjo Kabupaten Serang berpose dengan membawa stiker salah satu pasangan Capres. Tidak berselang lama, Pemerintah provinsi Banten melalui Dindikbud langsung memecat terhadap 6 guru honorer tanpa adanya upaya peringatan terlebih dahulu. (1-1)