BBC, Cilegon – Aktivitas Industri dan Transportasi darat merupakan penyumbang terbesar pencemaran udara di Kota Cilegon, akibatnya kondisi udara di Kota Cilegon dinilai kurang baik bagi kesehatan manusia.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Andi Rana mengatakan, buruknya kualitas udara di Kota Baja tersebut di sebabkan banyaknya aktivitas Industri dan  transportasi darat. Kondisi ini diketahui melalui alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terpasang di empat titik di Kota Cilegon.

“Melalui alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tersebut, kita dapat mengetahui kualitas udara di Kota Cilegon saat ini. Dimana kualitas udara di Cilegon saat ini kurang baik, yang disebabkan oleh banyaknya aktivitas Industri dan Transportasi darat,”kata Andi saat ditemui dikantornya Jum’at, (2/8/2019).

Berdasarkan hasil pemantaun, Andi melanjutkan pencemaran udara yang paling buruk terjadi di kelurahan Gerem dan Kelurahan Gunung Sugih. Karena dua Kelurahan itu tingkat Polusi Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2) nya sangat tinggi yang dihasilkan Industri. Dampaknya kondisi tersebut berimbas terhadap  kesehatan warga sekitrar.

“Yang paling parah saat ini di Kota Cilegon adalah di Kelurahan Gunung Sugih dan Kelurahan Gerem. Karena Polusi udara Jenis SO dan NO nya sangat tinggi,”ungkap Andi.

Oleh sebab itu Andi menjelaskan, pada RPJMD tahun 2016-2021 pihaknya mengalokasikan anggaran 6 milyar rupiah untuk pemasangan 6 alat ISPU. Dimana Saat ini baru terpasang sebanyak 4 unit ISPU yang terpasang di empat titik di Kota Cilegon.

“Pada RPJMD tahun 2016 sampai dengan 2021, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon sudah dianggarkan untuk membangun sebanyak 6 stasiun pemantau udara di Kota Cilegon. Dan saat ini baru terpasang 4 Stasiun pemantau udara yang berada di Pertigaan Ciwandan, di PCI, di Kelurahan Gunung Sugih, dan di Kelurahan Gerem Kota Cilegon,”jelasnya.

Andi menyampaikan, pada pelaksanan pengawasan udara tersebut. Pihaknya akan menggandeng  berbagai pihak seperti Dinas Perhubungan dan Industri. Untuk menjaga kualitas udara di Kota Cilegon agar tetap terjaga dengan baik.

“Kami di bidang pengendalian hanya akan memberikan data pemantau kualitas udara saja, namun dibidang lain akan ditindaklanjuti dengan penindak hukum dan lain sebagainya. Dan akan dilakukan juga pembinaan terhadap Industri, kalo itu berasal dari Industri seperti emisi cerobong,”pungkasnya. (1-2).