BBC, Cilegon – Kabar adanya penutupan dua pelabuhan penghubung Pulau Sumatera dan Jawa akibat pandemi COVID-19 muncul di media sosial beberapa pekan menjelang Ramadan yang diperkirakan pada akhir April dibantah oleh pihak PT. ASDP Cabang Merak Kota Cilegon-Banten.


General Manager (GM) PT. Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry  Cabang Merak Hasan Lesy menyatakan operasional Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, Provinsi Lampung masih berjalan normal seperti biasanya.

“Tutup dimana yah, ga ada ko di Pelabuhan Merak beroperasi seperti biasa normal, gak ada penutupan,” kata Hasan saat dikonfirmasi melalui telpon seluler, Sabtu (4/4/2020).

Malah di Pelabuhan Merak, lanjut Hasan berdasarkan data terbaru telah terjadi kenaikan . Pada  penumpang yang menggunakan kendaraan roda dua yang disusul oleh kendaran truck ekpsedisi.

“Hanya saja, berdasarkan data terbaru, adapula kenaikan pada penumpang yang menggunakan kendaraan roda dua sebesar 12 persen dan kendaraan truck ekspedisi sebesar 1 persen,” ujar Hasan.

Hasan menyampaikan, sampai saat ini pihaknya belum menerima intruksi dari pemerintah pusat terkait larangan mudik 2020. Maka dari itu, operasional di Pelabuhan Merak akan berjalan seperti biasanya dan pihaknya tidak akan membatasi warga yang akan melakukan mudik melalui Pelabuhan Merak-Banten.

“Kalau mudik sih gak kita batasi kan, jadi kalau ada yang mau mudik mah mudik aja. Kita tidak mungkin membatasi. Maka, operasional di pelabuhan Merak akan tetap berjalan seperti biasanya,” ucap Hasan. (1-2).

Baca juga :  Warga Cilegon Serahkan Buaya Peliharaanya Kepada Petugas BKSDA Serang Banten