
BBC, Serang – Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi Nusantara di atas Sungai Cibeureum, Kampung Sadea, Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan virtual tersebut diikuti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di Desa Bayah, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo dan Kapolri juga berdialog langsung dengan masyarakat dari sejumlah daerah yang menerima manfaat pembangunan jembatan dan sumber air bersih.
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Nusantara di Kampung Sadea merupakan tindak lanjut dari program Presiden Prabowo Subianto sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari program Presiden Prabowo Subianto. Ini juga merupakan bukti nyata Polri hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan akses masyarakat,” kata Andri Kurniawan.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Cibeureum tersebut memiliki panjang 31,5 meter dan lebar 1,5 meter. Pembangunannya dikerjakan selama 70 hari dengan dukungan Bupati Serang serta stakeholder di wilayah Kecamatan Jawilan.
Kapolres menambahkan, dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto, Polres Serang tidak hanya membangun jembatan di Kampung Sadea. Hingga saat ini, Polres Serang telah menyelesaikan 14 pembangunan maupun revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi Nusantara di wilayah hukum Kabupaten Serang.
“Polres Serang telah menyelesaikan 14 pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi Nusantara. Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat membantu memperlancar roda perekonomian masyarakat, aktivitas pertanian serta akses pendidikan,” ujar Kapolres.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiah memberikan apresiasi kepada Kapolres Serang beserta jajaran atas pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Nusantara di Kampung Sadea. Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi bukti sinergitas dan kolaborasi antara Polri, TNI dan Pemerintah Kabupaten Serang dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini merupakan wujud sinergitas dan kolaborasi Polri, TNI dan Pemerintah Kabupaten Serang dalam membangkitkan perekonomian masyarakat dan mendukung pendidikan. Kami mengapresiasi pembangunan jembatan ini,” kata Rachmatuzakiah.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun secara permanen tersebut. Menurutnya, fasilitas yang telah diberikan pemerintah dan Polri harus dijaga agar dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Untuk diketahui, sebelum dibangun secara permanen, jembatan di Kampung Sadea telah digunakan masyarakat selama sekitar 60 tahun. Jembatan yang dibangun secara swadaya dengan bahan bambu tersebut harus diperbaiki sekitar tiga bulan sekali untuk mengantisipasi bambu yang lapuk, terutama ketika memasuki musim penghujan.
Supri, 31 tahun, warga setempat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pembangunan jembatan permanen tersebut. Ia mengatakan, keberadaan jembatan baru membuat warga tidak lagi khawatir saat melintas ketika musim penghujan.
“Alhamdulillah sekarang masyarakat tidak lagi khawatir jika masuk musim penghujan. Mewakili masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden, Kapolri dan Kapolres yang telah membangun Jembatan Sadea secara permanen,” ungkap Supri.
Dalam peresmian tersebut turut hadir Kepala Kejari Serang, Danramil Jawilan mewakili Dandim 0602 Serang, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, sejumlah kepala OPD Pemkab Serang, tokoh masyarakat serta ulama Desa Pasir Buyut. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kapolres dan Bupati Serang, serta dilanjutkan pembagian 100 paket sembako kepada masyarakat yang hadir di lokasi.







