Google search engine
Beranda Pandeglang Besok Hari Terakhir Pencarian Wartawan dan ABK di Selat Sunda, Pemantauan Jadi...

Besok Hari Terakhir Pencarian Wartawan dan ABK di Selat Sunda, Pemantauan Jadi Opsi

0
18

BBC, Pandeglang – Masa perpanjangan operasi pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari terakhir. Basarnas Banten menyebut, apabila hingga batas waktu tersebut tidak ditemukan tanda keberadaan mereka, operasi dapat dilanjutkan dengan pemantauan sesuai prosedur.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan keputusan mengenai langkah selanjutnya masih menunggu hasil evaluasi setelah masa perpanjangan berakhir.

“Apabila tidak terlihat tanda-tanda korban ditemukan, kita akan lakukan pemantauan,” kata Al Amrad saat konferensi pers di Posko SAR Gabungan, Carita, Pandeglang, Rabu 16 September 2026.

Ia menjelaskan, pemantauan tetap memungkinkan operasi pencarian dibuka kembali apabila kemudian muncul informasi atau tanda-tanda baru terkait keberadaan delapan orang tersebut.

“Apabila ada tanda-tanda korban ditemukan, kami akan buka kembali operasionalnya,” ujarnya.

Pada hari kesembilan, Tim SAR Gabungan mengerahkan 22 alut air dan membagi pencarian ke dalam delapan sektor. Penyisiran dilakukan di sejumlah wilayah Selat Sunda, mulai dari Teluk Belimbing, Pulau Sebesi, sekitar Gunung Anak Krakatau, Ujung Kulon, Pulau Panaitan hingga perairan Lampung.

Pencarian juga diperluas ke Bengkulu. Kantor SAR Bengkulu melakukan penyisiran di Pulau Enggano dan pesisir Bengkulu. Sementara pemantauan kapal yang melintas di jalur pelayaran Selat Sunda dilakukan melalui koordinasi dengan SRO dan KSOP.

Strategi pencarian juga terus disesuaikan berdasarkan perkembangan prediksi SAR. Kantor SAR Bengkulu dilibatkan dalam pergeseran target pencarian dan melaporkan perkembangannya kepada Posko SAR Gabungan di Carita.

“Yang hasilnya hingga saat ini masih nihil,” kata Al Amrad.

Kondisi perairan pada hari kesembilan terpantau dengan jarak pandang sekitar 1–2 nautical miles dan tinggi gelombang 0,5–2,5 meter. Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III dan tidak terjadi erupsi selama pencarian.

Hingga hari kesembilan, belum ditemukan tanda yang dapat memastikan keberadaan delapan orang yang hilang kontak. Langkah setelah masa perpanjangan akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi dan perkembangan informasi di lapangan.

Google search engine