BBC, Serang – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten mulai besok Senin 11 September 2023 akan menggelar Operasi Zebra Maung 2023 selama 14 hari ke depan. Dalam operasi itu, Ditlantas Polda Banten mengusung tema keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (KAMSELTIBCAR) Lantas yang kondusif menuju Pemilu Damai 2024.
Kabagbinops (KBO) Ditlantas Polda Banten, Kompol Sonny Harson mengatakan, yang akan dilakukan dalam operasi itu yakni, operasi yang akan dilakukan selama 14 hari itu akan melibatkan sebanyak 400 personil kepolisian kepolisian Polda Banten. Adapun Target Operasi (TO) dalam Operasi Zebra Maung 2023 itu, Kompol Sonny menyampaikan 60 persen Represif atau penindakan secara humanis yang berbasis pada Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 20 persen Preemtif dan 20 persen nya Preventif.
“60 persen secara Represif tapi Represif secara humanis dan berbasis pada ETLE, lanjut 20 nya lagi itu Preemtif atau melalui pembinaan dan sosialisasi dan 20 persenya lagi Preventif atau pencegahan,” ujar Kompol Sonny kepada BBC, Minggu (10/9/2023).
Kompol Sonny menegaskan, dalam operasi itu pihaknya tidak melakukan secara stasioner. Namun kata Kompol Sonny dilakukan secara hunting dengan dua jenis tindakan. Seperti tindakan melalui ETLE dan Tindakan secara langsung terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas secara kasap mata yang dinilai membahayakan bagi pengendara itu sendiri maupun pengendara yang lainya.
“Tindakan yang akan kita (Ditlantas Polda Banten) lakukan dalam operasi itu, dibagi menjadi dua jenis tindakan. Tindakan melalui ETLE dan tindakan secara langsung terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran secara kasap mata,” ujar Kompol Sonny
Oleh karena itu, Kompol Sonny mengimbau kepada pengendara roda dua maupun roda empat agar selalu mengindahkan peraturan lalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan. Kompol Sonny berharap, ada tidaknya operasi tersebut masyarakat tetap tertib berlalu lintas untuk keselamatan dirinya maupun orang lain.
“Ada tidaknya operasi ini diharapkan masyarakat itu tertib, karena untuk keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Kita hati-hati saja timbul kecelakaan, maka minimalisir lah pelanggaran itu, sehingga kecelakaan itu bisa diminimalisir,” katanya. (1-2).








