BBC, Tangerang – “Buku merupakan alat yang tepat untuk mengasah ilmu dan mendalami sebuah pengetahuan dan menjemput masa depan kita, karena buku memberikan inspirasi pelajaran dan banyak hal yang bisa menginovasi pikiran-pikiran kita menuju masa depan,” kata Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Tangerang, Didi Budiarta, Kamis, 19/5/2016.
Dalam sambutannya, Didi Budiarta mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat dan pelajar sehingga diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang cerdas di masa mendatang. Pada kesempatan ini dilaksanakan pula pembacaan deklarasi gerakan membaca yang dipimipin oleh Kadisdindik, Teteng Jumara.
“Kami Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama seluruh elemen masyarakat mendeklarasikan gerakan budaya membaca,” seru Teteng Jumara yang diikuti oleh perwakilan dinas pendidikan, perpusda dan sejumlah komunitas baca serta perwakilan sekolah. Melalui deklarasi gerakan membaca tentu akan memperluas akses kepada masyarakat untuk mendapatkan materi bacaan yang mendidik, berkarakter dan berbudaya.
Usai membacakan deklarasi, dilaksanakan praktik membaca senyap selama lima menit oleh seluruh peserta yang hadir saat itu. “Praktik membaca senyap ini merupakan salah satu cara untuk mendorong banyak pihak meluangkan waktu sejenak setiap hari untuk membaca, termasuk di sekolah selama lima belas menit sebelum pembelajaran dimulai,” ujar Ahmad Mardiyanto Prasetyo, Spesialis Pengembangan Sekolah Provinsi Banten USAID PRIORITAS.
Ahmad yang mewakili USAID PRIORITAS Provinsi Banten juga menghibahkan secara simbolis buku bacaan kepada perpusda kabupaten Tangerang. Penyerahan buku bacaan juga menandai peran serta dan keterlibatan USAID PRIOIRTAS di Kabupaten Tangerang sejak 2014 untuk mendorong minat baca sebagai gerbang ilmu pengetahuan. Peserta pun tampak antusias mengunjungi stan USAID PRIORITAS yang berbagi pengalaman dan praktik pelaksanaan gerakan membaca di seluruh mitra di Banten.
Kabupaten Tangerang telah bermitra dengan USAID PRIORITAS yang menjangkau dua kecamatan, yakni Cisoka dan Tigaraksa. Untuk meningkatkan profesionalisme guru, Kabupaten Tangerang telah memiliki 30 fasilitator daerah. Untuk menyebarluaskan jangkauan penerima manfaat, berbagai pelatihan diseminasi telah dilaksanakan sejak tahun 2015 dengan biaya swadana seperti APBD, BOS hampir mencapai 1 Milyar rupiah. Hibah buku bacaan berjenjang juga akan diberikan kepada 200 SD/MI dengan total buku 122.400. (1-1/ Anna)






