JPC Ajak Gen-Z Menangkal Hoax

0
12

BBC, Cilegon – Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC) mengajak gen Z untuk menangkal informasi hoax, disinformasi dan distribusi jadi tanggung jawab banyak pihak, agar tidak menimbulkan kegaduhan di media sosial (medsos) hingga dunia nyata. Sejumlah pewarta yang tergabung dalam Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC), memberikan pemahaman kepada Gen Z untuk melawan hoax dan disinformasi. Dimana, generasi muda saat ini, jadi salah satu pengguna internet terbesar.

“Kalau kerja jurnalistik itu kita wawancara, ini kita coba beri kontribusi di tanah pendidikan, kita sharing di dunia tulis, foto dan digital. Makanya kita usung lawan hoax,” ucap ketua JPC Hairul Alwan saat menjadi pemateri di acara Jurnalis Mengajar di MA Al-I’Anah di Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis 11 Juni 2026.

Menurut Alwan, Gen Z harus bisa menyaring dan mencari informasi dengan benar, agar tidak menjadi korban hoax maupun disinformasi. “Kalau kita enggak nangkep literasinya, diterima mentah-mentah aja, itu yang bahaya,” ujar Alwan.

Sementara, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo yang membuka acara Jurnalis Mengajar tersebut dalam sambutannya juga mengajak kepada Gen Z agar ikut serta memerangi distrupsi media, disinformasi hingga hoax, juga bertujuan meluruskan apapun yang beredar di dunia maya.

Menurutnya, dengan era digital saat ini, hampir semua lapisan masyarakat memegang gadget dan tersambung dengan internet, sehingga tidak ada lagi batasan. “Ini era destruktif, karenanya kita menggandeng media, media garda terdepan menjaga kebenaran yang harus kita percayai. Kita punya sejarah yang peradaban rusak karena destruktif informasi,” ucapnya.

Di tempat yang sama, pengurus yayasan Al-I’Anah, Ahmad Sulthon berharap jurnalis mengajar bisa rutin dilakukan ke pelajar maupun generasi muda. Selain bisa melawan hoax, juga memberi pengetahuan baru tentang dunia jurnalistik.

Sejumlah kerja jurnalistik, mulai dari mewawancarai narasumber hingga kroscek informasi, dibutuhkan oleh Gen Z yang sangat lekat dengan dunia maya. “Meski fokus di pembangunan agama, tapi jurnalis ini juga sangat bermanfaat untuk menangkal berita-berita tidak benar. Jadi apabila ada berita, kita kroscek dulu, benar atau tidak,” katanya. (1-2).