BBC, Serang – Kementrian Pariwisata Republik Indonesia mengamanatkan kepada pemerintah daerah untuk memberikan peran dalam pencapaian target wisatawan mancanegara sebanyak 15 juta orang pada tahun 2017 ini. Karena diakui untuk mewujudkan target tersebut sangat sulit, lantaran pemetaan dari 15 juta tersebut belum semua daerah menjadi tujuan wisata yg progresif.
“Dilihat dari data target destinasi wisman ke Indonesia paling banyak ke Bali yaitu 42 %. Dilihat data minat negara u tujuan destinasi 90 % wisatawan Auustralia berkunjung ke Bali dan China menuju ke Bali sebanyak 70%. ” Kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gede Pitana dalam rakor promosi Pariwisata di wilayah Asia Tenggaran di Bogor, Senin, 2/2/2017.
Selanjutnya dari target 15 juta wisman, kata I Gede di plotkan 40% berasal dari Asia Tenggara. Dimana kunjungan wisatawan asing yang datang dari sejumlah negara Asia Tenggara seperti 2,275 juta dari Singapore, 1,772 juta Malaysia, 217 ribu dari Philipine, 135 ribu dari Thailand dan sisanya dari beberapa negara seperti Vietnam dll.
“Target 15 juta Wisman pada tahun 2017 ini harus diupayakan dengan cara-cara strategi yang luar biasa tidak bisa dengan cara yang biasa saja. . Untuk mendukung capaian tersebut kami memfokuskan terhadap 2 program yaitu diigitalisasi promotion yang sudah dilaunching pada September 2016. Kedu memperluas akses udara melalui kerjasama denang Airline,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Orovinsi Banten Eneng Nurcahayati mengungkapkan, pihaknya tertantang dengan amanat dari Kemenpar soal target wisman. Karena pada dasarnya banyak potensi tempat wisata di Banten yang cukup baik. Banten selalu siap mendukung program pemerintah.
“Karenanya kami juga menyiapkan segala sesuatunya, tidak terkecuali infrastruktur pariwisata di Banten yang terus diperbaiki dan ditingkatkan,” ujarnya.
Oleh karen itu lanjut Eneng, dinas pariwisata juga akan mengoptimalkan kordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam mendukung dan mengembangkan pariwisata di Banten.
“Kami juga meminta kepada pemda kabupaten/ kota agar menata lokasi-lokasi wisata di Banten. Karena untuk mengembangkan pariwisata ini semua harus bergerak. Tidak hanya pemerintah, melainkan juga stakeholder lain juga diharapkan terlibat aktif,” tandas Eneng. (1-1).







