Google search engine
Beranda Serang Keruk Sampah Kali Gedong PT. BAM Terjunkan 4 Unit Eskavator

Keruk Sampah Kali Gedong PT. BAM Terjunkan 4 Unit Eskavator

0
257

BBC, Serang – PT. Batu Alam Makmur (PT. BAM) menerjunkan 4 unit eskavator untuk mengeruk sampah kali gedong yang menumpuk. Pengerukan sampah itu dilakukan sebagai upaya PT. BAM untuk meminimalisir terjadinya banjir di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, seperti yang terjadi pada 7 Januari 2020 yang lalu.

Pengerukan yang dilakukan bersama pululuhan personil Polsek Bojonegara dan Koramil Bojonegara tersebut dilakukan juga bersama dengan masyarakat yang tinggal di sepanjang kali Gedong.

Direktur PT BAM, Rilendi mengatakan, pengerukan sampah kali Gedong sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya banjir pada saat turun hujan di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.

“Pertama, terjadi banjir di Bojonegara, kami dari PT BAM menormalisasi kali yang bisa kami lakukan. Setelah kita pelajari pasca banjir banyak saluran maupun kali mengalami pendangkalan. Mengalami mampet, karena banyak bambu bekas dan pohon-pohon,” ujar Rilendi di temui di lokasi, Selasa (14/1/2019).

Rilendi menjelaskan, pihaknya sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, merasa memiliki tanggung jawab untuk menanggulangi persoalam banjir di Bojonegara.

“Kemarin kita sampaikan pada forum di pendopo Bupati, kami sampaikan dari utara Desa Margagiri, fakta yang kami dapatkan banyak saluran atau gorong-gorong yang mampet dan mengencil. Bahkan ada yang ukurannya 40 centimeter,” paparnya.

Menurutnya, melalui upaya normalisasi kali yang dilakukan sepanjang 1,2 kilometer diharapkan mampu menanggulangi terjadinya banjir di Bojonegara.

“Normalisasi itu dilakukan dari mulai hulu hingga ke hilir atau dari Kali Klancip di sebelah barat Kantor Kecamatan Bojonegara hingga ke laut. Untuk normalisasi saluran itu, kita menggunakan 4 unit eskavator,” jelasnya.

Ia mengaku, pihaknya cukup diberatkan jika penanganan banjir di Bojonegara hanya dilakukan oleh PT BAM. Karena di lokasi banjir juga terdapat sekitar 6 sampai 7 perusahaan pertambangan yang juga memiliki tanggung jawab yang sama kepada masyarakat.

“Kalau semua dibebankan ke perusahaan kami, dan diklaim perusahaan kami sebagai penyebab banjir, kami juga tidak bisa menerima hal itu. Sebaiknya semua perusahaan baik yang yang bergerak di pertambangan yang posisinya sebelah timur jalan Bojonegara itu. Semuanya bisa diundang oleh pihak Kabupaten Serang untuk mencari solusi yang terbaik,” pungkasnya. (1-2).

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini