BBC, Cilegon – Minimnya keterwakilan perempuan dalam parlemen kota Cilegon membuat wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati angkat bicara. Menurutnya masih minimnya keterwakilan perempuan di kursi DPRD Cilegon menjadi pekerjaan rumah para wanita di daerahnya untuk berkiprah dalam dunia politik. Alasannya sejauh ini pemerintah telah membuka kesempatan selebar lebarnya.
Menurutnya, soal kesempatan itu sudah di buka bagi perempuan untuk menjadi anggota legislatif hingga ditingkat nasional. Akan tetapi hal itu tergantung bagaimana upaya perempuan dalam berkiprah di dunia politik. Karena sejauh ini kaum perempuan di Cilegon sudah terlihat menduduki posisi penting seperti birokrat dengan menjabat beberapa kepala Dinas di Cilegon.
“Kesempatnya sudah dibuka oleh pemerintah, mulai dari tingkat Daerah, Provinsi, hingga Pusat. Oleh karena itu diharapkan kedepan keterwakilan perempuan akan ada lebih banyak lagi,” kata Ati saat ditemui usai menghadiri kegiatan Penerimaan Tim Evaluasi P2WKSS Provinsi Banten Tahun 2019Di Kelurahan Gerem Kota Cilegon. Rabu (9/10/2019).
Adapun terkait kesempatan, sebagai pimpinan daerah pihaknya tidak dapat memastikannya. Apalagi hal itu sangat tergantung upaya dan hasil yang dilakukan oleh masing masing individu.
“Namun hal itukan tergantung dari upaya dan hasil dari yanh dilakukan oleh masing-masing Individu,” ujarnya.
Untuk diketahui Keterwakilan perempuan di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon hanya sekitar 4 anggota dari 45 anggota DPRD Kota Cilegon yang dilantik. Jumlah tersebut menurun sekitar 7.5 persen dari jumlah anggota dewan periode sebelumnya. (1-2).







































