Google search engine
Beranda Banten KPwBI Banten Perkuat Sinergi Melalui Pelaksanaan GPIPS Tahun 2026

KPwBI Banten Perkuat Sinergi Melalui Pelaksanaan GPIPS Tahun 2026

0
6

BBC, Serang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Banten terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan melalui pelaksanaan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Provinsi Banten Tahun 2026
yang dikolaborasikan dengan Gerakan Tanam Serempak Pertanian
Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang,
bersama Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Serang, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan sinergi Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan. Pada Agustus 2026, inflasi Provinsi Banten tercatat sebesar 2,95% (yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar
2,5±1% . Di tengah capaian tersebut, komponen volatile food tetap menjadi perhatian sejalan dengan risiko perubahan iklim yang dapat memengaruhi produksi, ketersediaan pasokan, dan stabilitas harga pangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia , menyampaikan
pengendalian inflasi membutuhkan sinergi yang kuat dari sisi hulu hingga hilir. Upaya tersebut
dilakukan melalui strategi 4K , yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Hingga minggu kedua September 2026, upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui 462 kali Gelar Pangan Murah , penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), 61 kali subsidi ongkos angkut, fasilitasi mobil Kang Japal (Jawara Pangan Keliling), serta penguatan koordinasi dan kapasitas TPID.

Sebagai salah satu langkah konkret dari sisi produksi, Bank Indonesia Provinsi Banten berkolaborasi dengan BRMP Banten dalam penerapan metode PM-AAS melalui pemanfaatan drum seeder.
Mekanisasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses tanam sehingga dapat mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Penerapan teknologi pertanian modern diharapkan turut mendorong transformasi pertanian Banten yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Rangkaian GPIPS juga diperkuat melalui penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Kelompok Tani Sukabungah Kabupaten Lebak dan PT Food Station untuk komoditas beras. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun komitmen jual beli secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kepastian pasar bagi kelompok tani di Banten.

Rangkaian lainnya juga disertai
simbolisasi penyaluran Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PIKEKDA) , dan penyerahan bantuan program PM-AAS. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Good Agricultural Practices (GAP) yang mengangkat penguatan produktivitas, optimalisasi produksi beras, pengelolaan pascapanen, dan efisiensi distribusi.

Dalam mendukung penguatan ketahanan pangan, Bank Indonesia Provinsi Banten juga menyalurkan sarana dan prasarana kepada kelompok tani dan pondok pesantren. Dukungan tersebut diarahkan agar penerima mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengelola sarana secara produktif dan berkelanjutan. Bank Indonesia juga mendorong penguatan kapasitas kelompok tani
melalui penerapan GAP dari sisi hulu hingga hilir sehingga peningkatan produktivitas dapat diikuti dengan penguatan pengelolaan hasil panen dan akses pemasaran.

Melalui sinergi GPIPS dan Gerakan Tanam Serempak PM-AAS, Bank Indonesia Provinsi Banten berharap terbentuk ekosistem pangan yang semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan. Penguatan produktivitas di sisi hulu, efisiensi pascapanen dan distribusi, serta
perluasan akses pasar diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan di Provinsi Banten.

Google search engine