Google search engine
Beranda Sosbud Latih Keterampilan, Pengemis Diharapkan tidak Balik Lagi ke Jalan

Latih Keterampilan, Pengemis Diharapkan tidak Balik Lagi ke Jalan

0
434

BBC, Serang – Dinas Sosial Provinsi Banten melalui Bidang Rehabilitasi Sosial melakukan Pelatihan keterampilan bagi pengemis di wilayah Kota Serang, di Gedung Kopri, Kota Serang, Rabu 17/5/2017.

Sekertaris Dinas Sosial Provinsi Banten Sudarto mengatakan, data pengemis di Provinsi Banten sebanyak 2674 pengemis, yang diperoleh dari Kabupaten Kota. Sementara pelatihan ini diikuti 10 pengemis yang berada di Kota Serang.

“Saat ini kita hanya memiliki 10 kuota untuk dilakukan pelatihan, ini mereka kita latih selama 5 hari, dari pelatihan ini akan diberikan keterampilan seperti membuat kue, siomay, bakso, dagang dan lain-lainnya. Selain itu peserta juga diberikan materi oleh istruktur yang memahami dalam usaha dagang hingga pembuatan kue. Peserta ini mereka-mereka yang sudah diusulkan sebelumnya oleh Dinas Sosial Kota Serang,” ujarnya.

Sudarto melanjutkan, selain pelatihan pihaknya juga memberikan bansos berubah barang, dan perlangkapan warung. Masing-masing peserta diberikan bansos senilai Rp5 juta. Nantinya dari kegiatan ini akan dilakukan evaluasi satu sekali dari kegiatan pelatihan tersebut.

“Tadi juga saya memberikan motivasi ke peserta, kunci keberhasilan mereka ini karena kemauan dan niat mereka, kita juga tidak sembarangan mengasih bansos. Dari sekian ribuan, mereka yang beruntung harus manfaatkan dengan baik. Kegiatan ini akan difokuskan, karena dari pelatihan ini peserta bisa lebih mandiri, tidak lagi terjun ke lapangan melakukan ngemis-ngemis,” katanya.

Dari kegiatan ini juga, Dinas Sosial akan dilakukan secara rutin setahun sekali, dan dari kegiatan ini,
Sudarto mengakui, kouta untuk bansos ini jumlahnya masih terbatas. Penyebabnya anggaran untuk itu juga masih sangat minim. Akan tetapi pihaknya akan Mendoza meningkatkan lagi dalam anggara bansos, sehibgga secara otomatis akan menambah kouta peserta.

“Memang setiap tahunnya setiap kabupaten/ Kota ini diberikan kuota setiap tahunnya hanya 10 peserta saja. Jadi saya berharap kedepannya itu kan urusan sosial itu menjadi wajib melayanin seusai adanya undang-undang. Pelatihan ini juga kerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten/Kota. Kami mengakui penanganan pengemis di Banten masih belum maksimal jadi kedepannya akan dimaksimalkan kembali,” tegas Sudarto.

Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial, Penyalahgunaan Napza dan Korban Pedagangan Orang, Asep menambahkan, maksud dan tujuan dilakasanakannya pelatihan keterampilan bagi pengemis ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kerja, menciptakan aktivitas yang produktif, meningkatkan kemampuan untuk mengelola usaha dan dapat berusaha secara mandiri, dan tercapainya pemulihan kembalin harga diri mereka.

“Jadi melalui pelatihan keterampilan tersebut peserta digarapkan dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sehingga mereka ini dapat memenuhi kebutuhan dihadapnya, baik jasmani, rohani, maupun sosial secara memadai dan wajar. Dengan demikian melalui proses bimbingan dan motivasi usaha dapat mewujud pengiatan kemandirian bagi mereka,” imbuh Asep. (1-1)

Google search engine