
BBC, Tangerang – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mendorong kepada pelaku pariwisata untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap wisatawan. Dengan demikian kunjungan wisatawan ke daerah termasuk di Banten dapat terus meningkat.
“Tantangan suksesnya wisata di daerah salah satunya yakni terkait kualitas layanan. Kulalitas layanan ini sangat tergantung dengan SDM pariwisatanya,” ucap Analis Kebijakan Ahli Madya Asdep Peningkatan Kapasitas Masyarakat Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Elly Yuniardi, Kamis 21 Mei 2026.
Apalagi, kata Elly pekerja pariwisata tahun 2024 tercatat sebanyak 26,01 juta orang. Jumlah ini meningkat 2.47 persen dibanding tahun 2023.
“Ada sebanyak 47.86 persen tenaga kerja pariwisata berpendidikan SMP ke Bawah. Dengan 72.05 persen tenaga kerja pariwisata bekerja di kegiatan informal,” katanya.
“Dengan jumlah 84 ribu yang telah tersertifikasi dalam kurun waktu 2018-2024 atau 1.2 persen deri pekerjaan formal. Sehingga ini juga tantangan pemerintah termasuk Dinas Pariwisata di daerah,” ucapnya.
Menanggapi hal ini Kadispar Banten Eli Susiyanti menyampaikan data yang disampaikan Kementerian Pariwisata menggambarkan kondisi terkini pariwisata di daerah. Sehingga pelatihan terhadap pelaku wisata menjadi konsernya Dinas Pariwisata di Banten.
“Makanya pelatihan keterampilan ini terus digencarkan terhadap pelaku pariwisata di Banten,” kata Eli.
“Secara mandiri kami belum melakukan riset itu, tapi hasil riset Kementerian ini bisa dijadikan patokan. Bisa jadi Banten tidak jauh berbeda dengan hasil riset dari Kemeterian,” ujarnya.
Sementara, kata Eli destinasi yang melimpah di Banten perlu didukung oleh berbagai aspek di Banten. Tidak hanya SDM, melainkan kemampuan manajemen kelembagaan yang lebih baik juga penting.
“Ini sangat penting karena banyak destinasi wisata yang bagus tapi belum dioptimalkan. Ini karena kompetensi SDMnya perlu terus ditingkatkan,” ucap Kadispar.





