BBC, Cilegon – Kejahatan Konfensional akan dijadikan atensi khusus dalam pengamanan perayaan Natal dan pergantian Tahun baru. Pasalnya kejahatan seperti itu dianggap rentan dilakukan saat musim liburan tiba.
“Kejahatan konfensional seperti jambret, copet dan pembiusan akan menjadi sasaran utama dalam pengamanan libur Natal dan tahun baru,” kata Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di sela kegiatan peninjauan keamanan Pelabuhan Merak Kota Cikegon, Jum’at 22/12/2017.
Pengananan tersebut, lanjut Listyo dilakukan oleh personil gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri serta di bantu dari petugas keamanan kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten serta petugas
Basarnas.
“Personel gabungan itu, meliputi dari 31 Personil TNI dan 45 Personil Brimob yang dilengkapi dengan senjata laras panjang dan perlengkapan pejinak bom,” ungkap Kapolda.
“Selain personil dari TNI dan Polri ada juga petugas dari Basarnas serta petugas sehingga total keseluruhan personil yang diterjunkan untuk pengamanan Natal dan tahun baru sebanyak 352 Personil,” jelasnya.
Adapun terkait rekayasa lalulintas apabila terjadi penumpukan, Kapolda menjelaskan kendaraan yang terjadi di dermaga Merak Banten.
“Kalau untuk rekayasa lalulintas, kami akan lakukan penerapan situasi tiga warna yakni warna hijau, kuning, dan merah,” ujar Listyo.
“Dimana warna hijau akan dilakukan apabila situasi kendaraan masih berjalan normal. Sedangkan warna kuning apabila kepadatan kendaran sudah mencapai pintu pembayaran tol, dan warna merah akan diberlakukan apabila kepadatan kendaraan sudah memasuki tol Cikuasa atas sehingga penumpukan kendaran akan kita bagi menjadi dua tempat yaitu penumpukan di dermaga dan penumpukan di tol Cikuasa,” jelasnya.
Selain itu, Kapolda menampaikan untuk mengatasi penumpukan penumpang di dermaga, pihaknya juga sudah melakukan kordinasi dengan Dinas Kesehatan dan juga pemerintah Daerah.
“Kita sudah meminta ke intansi terkait untuk menyiapkan ambulan, dan menyiapkan MCK portebel yang bisa ditarik serta pelayanan BBM Keliling,” katanya.
Listiyo mengungkapkan, sampai saat ini sudah mulai ada kenaikan penumpang yang mencapai 50 persen serta kenaikan kendaraan seperti roda dua, Bus, dan Truk, yang sudah mencapai 45%.
“Untuk penumpang sudah mengalami kenaikan hingga 50% dan kenaikan volume kendaraan yang sudah mencapai 45% ,” ujarnya.
“Diharpakan hingga nanti sampai dengan perayaan malam ahun baru berakhir, tidak terjadi cuaca ekstrim yang nantinya akan menghambat beroprasinya kapal penumpang, walaupun kita sudah menyiapkan kapal penumpang yang kebih besar,” pungkasnya. (1-2)






