BBC, Serang – Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang menyambut baik kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Banten terkait Pengembangan Kemitraan Pariwisata. Karena melalui momentum itu dijelaskan oleh sejumlah lembaga, terkait isu potensi Megathrust di perairan Selat Sunda.
Ketua PHRI Kabupaten Serang Yurlena Rahman mengapresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan Dispar Banten. Karena dalam kegiatan itu dijelaskan soal isu Megathrust di Selat Sunda dari ahlinya langsung.
“Jadi BMKG soal isu Megathrust menjelaskan bahwa itu hanya soal penelitian. Sementara untuk peristiwa itu kapan terjadi tidak ada yang bisa memprediksi,” ucap Yurlena.
Bahkan kata Yurlena, ada juga penjelasan dari BPBD terkait upaya apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Dengan demikian masyarakat dan pelaku wisata juga paham alur dan bagaimana yang dilakukan ketika ada bencana.
“Dengan adanya informasi ini semua bisa tenang dan Pariwisata di Banten dan Kabupaten Serang khususnya berjalan normal,” terang Yurlena.
Meski diakui, Yurlena isu soal Megathrust berdampak terhadap kunjungan wisatawan. Dimana periode Juli itu terjadi penurunan wisatawan hingga 20 ℅.
“Maka atas informasi ini kami dari PHRI akan meneruskan informasi ini kepada para wisatawan. Bahwa wisata pantai saat ini aman dikunjungi, karena soal isu Megathrust hanya hasil penelitian,” katanya.
“Kami juga berharap kunjungan wisatawan ke Anyer, Cerita dan sekitarnya dapat normal kembali khususnya bulan ini hingga libur akhir tahun nanti,” pungkas Yurlena.








