BBC, Cilegon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, masuk peringkat tiga kategori Fiskal kuat tingkat nasional. Demikian terungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-17 yang digelar di Kota Balikpapan pada Selasa, 4 Juni 2024 kemarin.
Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, ada tiga kategori Fiskal yang diumumkan dalam rapat tersebut. Ketiganya yakni, Fiskal kuat, sedang, dan lemah. Pengumuman terkait Fiskal itu kata Helldy, dilakukan langsung Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam Rakernas APEKSI di Balikpapan.
“Muncul nama Kota Cilegon dalam kondisi Fiskal kuat, Fiksal kuat ini hanya ada 6 daerah saja dari 98 daerah di Indonesia. Meliputi Fiksal kuat, sedang, dan lemah,” ucap Helldy kepada BBC melalui sambungan selulernya, Rabu (5/6/2024)
Helldy menyampaikan, yang dimaksud dengan Fiskal kuat memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang jauh lebih besar dibandingkan dengan dana pusat. Fiskal sedang ditandai dengan PAD yang seimbang dengan dana pusat, sementara fiskal lemah memiliki PAD rendah dan sangat bergantung pada dana pusat.
“Pengertian Fiksal kuat ini didasarkan kapasitas keungan atau PAD Pemkot Cilegon lebih tingggi dari transfer pemerintah pusat ke daerah. Perlu diketahui PAD Kota Cilegon sekitar Rp1,2 Triliun atau 53,79 persen. Sedngkan, transfer pusat ke daerah Rp937,69 miliar atau 46,21 persen,” ujar Helldy.
Adapun PAD yang paling besar Kota Cilegon, Helldy menyampaikan diraih dari sektor Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Industri. Meski demikian, Helldy menyatakan pihaknya akan meningkatkan lagi pemantauan agar capaian PAD dari sektor SPPT itu bisa naik lebih tinggi lagi dari sebelumnya. “Kalau PAD Kota Cilegon, terbesar dari PPJ dan SPPT industri. Makanya SPPT industri akan kita panatau lagi, muda-mudahan SPPT industri tahun ini lebih besar lagi,” ucap Helldy.
Helldy menyatakan dengan PAD yang lebih besar dari transfer pemerintah pusat itu. Pihaknya akan lebih mudah lagi melakukan pembangunan Kota Cilegon. Seperti, membangun gedung rumah sakit baru, membangun gedung sekolah SMP, memberikan beasiswa full sarjana dan beberapa program pembangunan lainya dengan menggunakan PAD Pemkot Cilegon tersebut.
“Kalau transferan pusat itu danamya DAK (Dana Alokasi Khusu) atau DAU (Dana Alokasi Umum). Kalau PAD kita lebih besar, kita akan membangun atau membuat sebuah rencana itu lebih mudah dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon, Dana Sujaksani, menyampaikan, saat ini PAD Pemkot Cilegon yang ada dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 sebesar Rp 1,2 Triliun dan perolehan tertinggi masih bertumpu pada PPJ, PBB P2 dan BPHTB.
“Kalau di kita memang yang masih primadona itu dari PPJ, PBB P2 dan BPHTB. Itu yang sedang kita kejar tahun ini,” kata Dana.
Adapun terkait dengan Pemkot Cilegon meraih peringkat ke-3 Fiskal kuat tingkat nasional lanjut Dana, dilihat dari PAD Pemkot Cilegon yang lebih besar dengan dana tranfer dari pemerintah pusat ke daerah atau 53,79 persen dana transfer dari Kota Cilegon dan 46,21 persen dana transfer dari pemerintah pusat. “Itu dilihat dari perbandingan kemampuan PAD daerah dengan dana transfer pusat ke daerah. Karena memang PAD Cilegon lebih besar daripada dana transfer yang diperoleh dari pusat. Kalau persentasenya, 53,79 persen dari kita dan 46,21 persen dari pusat,” ujar Dana.
Agar PAD Pemkot Cilegon terus meningkat, Dana mengaku, pihaknya akan menggali PAD Pemkot Cilegon dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan juga penggunaan aset yang dimiliki Pemkot Cilegon. Baik berupa sewa maupun yang lainya yang masuk kategori dalam pendayagunaan aset milik Pemkot Cilegon yang saat ini sudah dilakukan.
“Kita kan masih on progres saat ini kita masih menggali terus PAD yang sudah kita target diawal tahun termasuk Rp1,2 Triliun itu. Dengan secara umum intensifikasi dan ekstensifikasi pajak termasuk di dalamnya memaksimalkan penggunaan aset yang dimiliki, baik berupa sewa ataupun yang lainya. Itu bisa jadi potensi pendapatan kita (Pemkot Cilegon,” katanya. (Adv).




































