BBC, Cilegon – Terhitung sejak tanggal 17 Desember sampai dengan 25 Desember 2022, sebanyak 81.663 kendaraan telah menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak. Kata koordinator Anev BPTD Wilayah VIII Banten, Akhmad Yasin Maulana di kantornya, Selasa (27/12/2022).
“Data ini kami himpun dari posko-posko yang ada di Pelabuhan Merak dan posko di Terminal Terpadu Merak, Pakupatan, Mandala Lebak dan Labuhan selama lima hari kebelakang, dan tentunya angka ini akan terus bertambah seiring dengan waktu penyelenggaraan Posko berakhir,” kata Akhmad.
Lebih lanjut Akhmad mengatakan, untuk Bus AKAP telah diberangkatkan dari Terminal yang ada di Banten sebanyak 2.949 unit bus dengan jumlah penumpang yang sebanyak 19.947 orang.
“Kalau untuk AKP hingga tanggal 25 Desember kemari sudah ada sebanyak 2.949 unit bus dengan jumlah penumpang yang sebanyak 19.947 orang yang diberangkatkan,” sambungnya.
Terkait kemacetan kendaraan yang menuju pelabuhan Merak, Akhamd menyampaikan,laporan posko lapangan maupun posko pelayanan keliling sampai saat ini belum terdapat kemacetan yang berarti.
“Pada hari Jumat dini hari memang terjadi kemacetan, namun hal tersebut dikarenakan terhentinya pelayanan Pelabuhan yang diakibatkan adanya cuaca ekstrim, sehingga terjadi antrean kendaraan sampai di Exit Tol Merak, namun begitu setelah cuaca kembali normal antrian berangsur terurai,” ujarnya.
Akhmad menambahkan, untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Merak, pihak kepolisian telah melakukan skema buka tutup di Cikuasa Atas. Sedangkan untuk mengurai kemacetan di daerah wisata khususnya wisata Anyer dan Carita menurut pengamatan di posko Mercusuar Anyer, Ciwandan dan simpang Teneng sampai dengan hari Minggu tanggal 25 Desember 2022 terpantau ramai lancar.
“Tidak banyak orang yang melakukan kegiatan wisata di sana, mungkin hal ini dikarenakan adanya cuaca yang buruk,” tutupnya.
Sementara, Kepala BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten, Handjar Dwi Antoro mengatakan, telah terjadi antrean kendaraan sebagai akibat cuaca buruk di Pelabuhan Merak pada hari jumat (23/12) kemarin yang diakibatkan oleh kondisi cuaca yang buruk. Sehingga pihaknya harus menerbitkan Surat Peringatan Waspada Bahaya Cuaca Ekstrim dan Gelombang Tinggi kepada seluruh Operator Kapal.
Adapun terkait dengan insiden terceburnya kendaraan yang akan naik Kapal pada hari Jumat (23/12) malam, saat ini sedang ditangani oleh pihak Polda Banten guna penyidikan lebih lanjut, sedangkan untuk kompensasi para korban sebagaimana arahan Menteri Perhubungan (Menhub) pihaknya akan diselesaikan baik oleh Jasa Raharja maupun pihak PT ASDP.
“Kemarin hari Minggu kami sudah melihat kondisi korban di rumah sakit Krakatau Medika, Alhamdulilah kondisi mereka sudah membaik,” ucapnya.








