BBC, Serang – Warga Kota Serang yang diliburkan dari pekerjaanya akibat wabah Covid 19 mulai mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya. Karena sampai saat ini belum ada realisasi bantuan pemerintah, sejak himbauan untuk tetap di rumah.
Salah seorang warga Kelurahan lontar Baru, Yuli mengatakan, bersama keempat anaknya sudah dua hari tidak makan, dan hanya minum air isi ulang. Bahkan anak bungsunya yang baru berumur tujuh bulan, kerap menangis karena asi yang diberikan hambar.
“Dua hari ini kami cuma minum air galon isi ulang. Anak-anak bilang lapar juga, paling minum air saja,” ujarnya saat ditemui bersama sejumlah relawan, Jumat 17/4/2020.
Meski begitu, Yuli tetap berusaha untuk mencari bantuan dan rezeki dari pihak manapun, termasuk dari Rukun Tetangga (RT)
“Saya sudah datang ke pa RT, katanya gak bisa dapat bantuan,” ungkapnya.
Untuk itu, ia bersama keempat anaknya saat ini hanya mengandalkan penghasilan suaminya yang hanya pencari barang bekas.
“Lumayan saja, satu hari kadang dapat Rp25-30 ribu. Beli beras satu liter untuk kami berenam, itu pun diirit-irit,” jelasnya sembari menitikan air mata.
Sebelum pemerintah mengumumkan seluruh pekerja drumahkan, Yulis bersama keluarga terbantu anak pertamanya yang telah bekerja. Namun, ketika tempat kerja anaknya tersebut tutup satu bulan lalu, dan meliburkan seluruh pegawai, maka hilanglah pemasukan keluarganya.
“Tadinya anak saya kerja. Sekarang di rumahkan karena tempat kerjanya tutup. Ditambah lagi gaji terakhir tidak diberikan,” ujarnya.
Ketika mendapat bantuan dari para relawan, Yuli mengucapkan rasa syukur dan terimakasih. Bahkan, seluruh anaknya langsung melahap makanan yang diberikan relawan.
“Terimkasih banyak atas bantuan Wartawan Banten yang sudah membantu, semoga mendapat balasan berlipat dari Allah SWT,” ucap Yuli sambil berharap mendapat perhatian pemerintah.







































