Waspada Penyebaran Difteri, Dinkes Cilegon Gandeng MUI

0
1068

BBC, Serang – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Arriadna memastikan bahwa penyakit Difteri dapat dicegah dengan cara melakukan imunisasi dasar pada anak di usia 1 sampai dengan 19 tahun. Hal itu disampaikan saat ditemui di Kantor Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, kepada Bukabantennews.com Kamis, 14/12/2017.

Menurut Arriadna, jika seseorang mendapatkan imunisasi secara lengkap, pada saat bayi dan pada saat sekolah yang diadakan oleh pemerintah juga lengkap, maka itu merupakan sudah memberikan perlindungan kekebalan tubuh dari kuman.

“Karena penyakit Difteri adalah penyakit yang bisa dicegah dengan cara imunisasi,” ujar Arriadna.

“Imunisasi itukan dapat dilakukan sebanyak 5 kali, pada saat bayi tiga kali dan pada saat masa sekolah dua kali, maka kalo sudah melakukan Imunisasi sebanyak 5 kali sebenernya itu juga sudah cukup untuk menjaga kekebaln anak dari kuman, ” jelasnya.

Arriadna menuturkan bahwa pemerintah selalu memberikan program untuk masyarakat, namun sangat disayangkan ketika negara sudah mempasilitasi namun tidak di manfaatkan oleh masyarakat maka secara otomatis negara mengalami kerugian.

“Negarakan perlu membeli Vaksin, dan perlu membayar untuk oprasional namun masyarakat tidak memanfaatkan itu maka negara akan mengalami kerugian dan masyafakat juga mengalami kerugian,” tuturnya.

Ariadna mengatakan, pihaknya mengaku tidak menutup kemungkinan di Kota Cilegon juga masih terdapat beberapa orang tua yang masih belum mau anaknya di imunisasi, karena ketakutan bahwa Vaksin terbuat dari barang haram. Maka dari itu Dinkes terus melakukan pendekatan dengan meyakinkan masyarakat melalui MUI yang dapat memberikan pemahaman terhadap masyarakat.

“Untuk meyakinkan masyarakat saya melibatkan MUI agar masyarakat mau anaknya di imunisasi,” ujarnya.

“Terkait penyakit Difter untuk kota Cilegon, Alhamdulillah sampai saat ini belum ada korban yang diduga terkena penyakit Difteri, dulu memang pada awal tahun yang lalu sempat ada pasien diduga terkena penyakit Difteri, ternyata itu bukan,” pungkasnya. (1-2)