BBC, Serang – PT Marga Mandala Sakti diminta harus menyiapkan tenaga ahli K3 dilingkungan kerjanya. Ini perlu dilakukan mengingat jalan tol Tangerang-Merak merupakan jalur padat yang sering dilalui kendaraan pengangkut bahan kimia.

“Dari hasil evaluasi tadi memang perlu rekrutmen terhadap tenaga ahli kimia oleh MMS. Karena kecelakaan akibat limbah B3 bisa mengancam jalan tol Tangerang-Merak,”ungkap ketua Asosiasi Transportir Banten Dadang R Thiar disela acara simulasi kesiapsiagaan dan tanggap darurat penanggulangan kecelakaan kendaraan berbahaya dan beracun (B3) di jalan tol di Rest Are 68 Bogeg Kota Serang, Senin, 18/4/2016.

Menurutnya, sebagai jalur publik, maka pelayanan terhadap konsumen sebagai pengguna jalan tol harus dilakukan maksimal. Salah satunya yakni dengan upaya pencegahan terhadap kemungkinan bahaya dari terbuangnya limbah B3 di jalan tol.

“Untuk saat ini standar operasional prosedur yang dijalankan oleh PT MMS sudah baik. Akan tetapi hal itu perlu  terus dibangun untuk mendpaatkan hasil maksimal. Salah satunya perlu orang ahli soal keselamatan jalan,”katanya dalam sambutan.

Managaer CSR dan Usaha lain PT MMS Rury Purwantoko mengungkapkan, pihaknya mengakui untuk saat ini belum memeiliki tenaga ahlli di bidang tersebut. Akan tetapi untuk menangani penanganan limbah b3 yang kemungkinan terbuang di jalan tol, maka MMS telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk perusahaan yang sudah mahir dalam penanganan limbah B3.

“kalo ada kejadian kita lihat dulu ad akorban atau tidak, kedua kalo itu sudah seesai, kalo terjadi maka akan kita lokalisir agar tidak terpapar lebih besar. Makanya dalam hal ini kita undang ahlinya dari perusahaan penghasill kimia,”katanya.

Apalagi Tambah Rury, berdasarkan data di BPS jumlah perusahaan yang penghasil limbah di Banten jumlahnya mencapai ratusan. Sehingga persoalan ini memerlukan peran serta dari semua pihak, termasuk perusahaan.

Baca juga :  Syafrudin Targetkan Partisipasi Pemilu 2024 Meningkat 90 Persen

“Melalui metode simulasi yang digelar bersama ini, Ruri berharap mampu memberikan pemahaman terhadap stakeholder lain untuk bisa bertindak ketika kemungkinan buruk terjadi di jalan tol,”papar Rury.

Adapun sejumlah pihak yang dilibatkan dalan simluasi penanganan tanggap darurat limbah tersebut seperti dinas pemadam kebakaran, polisi jalan raya, badan lingkungan hidup, rumah sakit dan perusahaan yang menghasilkan dan mengangkut limbah melalui jalan tol Tangerang-Merak. (1-1)