BBC, Serang – Mabes Polri melalui Ketua Tim sosialisasi paham anti radikalisme, Kombes Pol Sulistyo Pudji Hartono bersama berbagai elemen masyarakat melakukan kegiatan sosialisasi paham anti radikalisme di aula Pusat Pemerintah Kota (Puspemkot) Kota Serang, Selasa,1/8/2017

Dalam sambutanya Kombes Pol Sulistyo Pudji Hartono menjelaskan bahwa paham anti Radikalisme ini bahaya bagi masyarakat. Karena radikalisme bersal dari kata radikal (akar) Isme itu (Paham). Dengan demikian dapat diartikan seseorang yang memiliki paham yang mendasar atau paham radikalsime. Maka sudut pandang dalam hidupnya hanya dua hal hitam atau putih, padahal kehidupan ini berwarna warni.

“Idieologi terorisme itu bisa berkembang begitu cepat, karena salah satunya adalah kemajuan tekhnologi,” ujar Pudji dalam sambutanya.

Dalam sambutanya Tb. Haerul Jaman menyampaikan, bahwa para tokoh, para ulama, Polri, dan TNI, agar mampuh mempelopori kepada seluruh masyarakat Kota Serang agar dapat memahami paham anti radikallisme, agar Kota Serang tetap aman dan terjaga.

“Muda-mudahan di Kota Serang tidak ada lagi paham anti radikalisme, agar masyarakat Kota Serang dapat bekerja dengan baik dan terjaga keamananya,” kata Jaman.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Al-fathaniaya Martin Syarkowi menambahkan rakyat itu bagaimana pemimpin, dan pemimpinnya itu bukan ditujukan pada satu orang.
“Namun kita semua adalah pemimpin,” singkatnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut turut hadir, Wakapolres Serang Kota AKBP Tidar Wulung Dahono.

Berdasarkan infromasi yang dihimpun, Mabes Polri melalui divisi humas akan melakukan kegiatan roadshow sosialisasi anti radikalisme di seluruh Polres di wilayah hukum Polda Banten. Dimana hari pertama ini, Polres Serang Kota dan Kabupaten Serang akan menjadi sasaran. (1-2)

Baca juga :  Tentara Juga Bukan Hanya Jago Nembak