BBC, Cilegon – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) atau ASDP, BUMN jasa angkutan penyeberangan dan pengelola Pelabuhan. Memberikan bantuan biaya operasi gratis untuk 100 anak yang mengalami sumbing dan/atau celah langit-langit mulut. Bantuan operasi itu diberikan, Sebagai wujud syukur 50 tahun pengabdian PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Diketahui, Kegiatan dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama Smile Train, organisasi nirlaba internasional yang berfokus pada penanganan sumbing dan telah berpengalaman selama 20 tahun di Indonesia. Pemberian bantuan secara simbolis dilakukan oleh ASDP pada Smile Train Indonesia pada 13 April 2023 di Serang, Banten sebagai lokasi dimana ASDP beroperasi sekaligus wilayah tempat tinggal dari sebagian pasien sumbing yang akan diberi bantuan.
“Energi ASDP dalam menyambungkan silaturahmi masyarakat melalui angkutan laut, ingin pula kami implementasikan melalui kegiatan ini dengan harapan bisa jadi tempat berlabuhnya senyum anak-anak Indonesia. HUT ke-50 ASDP ingin kami lengkapi dengan memberikan lebih banyak dampak positif bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai pemilik masa depan bangsa. Kali ini kami menyasar 100 pasien sumbing yang kurang mampu, yang diantaranya merupakan warga di area Serang, Banten. ASDP telah memulai dukungan terkait sumbing sejak tahun 2019 dan telah membantu 300 peserta sumbing dari berbagai provinsi di Indonesia bersama Smile Train ” ungkap Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira melalui keterangan tertulis yang diterima BBC.
Kurangnya penyediaan layanan kesehatan yang merata di Indonesia, termasuk informasi terkait sumbing, merupakan hal yang sangat disadari oleh ASDP untuk terus berkontribusi di masyarakat. Karena itulah ADSP selalu berkomitmen menyelenggarakan Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung dan membantu masyarakat di sekitar lokasi operasional perusahaan. ASDP telah memulai dukungan terkait sumbing sejak tahun 2019 dan telah membantu 300 peserta sumbing dari berbagai provinsi di tanah air bersama Smile Train Indonesia.
Sementara, Country Manager Smile Train Indonesia Deasy Larasati menyampaikan, bibir sumbing dan celah langit-langit mulut memang masih menjadi persoalan kesehatan yang kerap menimpa bayi dan anak-anak di Indonesia. Hingga saat ini, faktor penyebab sumbing masih belum diketahui secara pasti, sehingga tidak dapat dicegah. Kerap kali akses terhadap dukungan dan perawatan medis menjadi tantangan utama bagi para pasien untuk memperoleh penanganan medis.
“Dari 700 kelahiran bayi, 1 lahir dalam keadaan bibir sumbing. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, seperti kesulitan makan, bernapas, mendengar, berbicara dan meningkatkan resiko mengalami malnutrisi. Sumbing juga dapat mempengaruhi psikologi anak hingga membuatnya dikucilkan lingkungan sekitar. Kami di Smile Train memahami bahwa sulitnya mengakses fasilitas kesehatan, kurangnya tenaga medis, serta keterbatasan informasi menjadi tiga faktor utama yang menyebabkan banyaknya kasus bibir sumbing yang tidak tertangani, terutama di area-area terpencil di Indonesia,” jelasnya.
Deasy mengaku, Smile Train Indonesia memiliki metode perawatan sumbing komprehensif yang tak hanya berhenti sampai Tindakan operasi melainkan disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga para pasien. Smile Train selalu bermitra dengan rumah sakit dan juga dokter ahli bedah yang terbaik di Indonesia, untuk memastikan pelaksanaan operasi sumbing dan penanganan lanjutannya bisa berjalan dengan lancar. Hingga saat ini sudah lebih dari 100,000 anak telah mendapatkan operasi sumbing gratis dari Smile Train di seluruh pelosok Indonesia.
Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik, mitra dari Smile Train Indonesia Dr. M. Irsyad Kiat menambahkan, bibir sumbing dan celah langit-langit adalah suatu kondisi bawaan yang sebenarnya dapat ditangani dengan mudah melalui dukungan dan perawatan medis yang tepat.
“Jika tidak segera ditangani, kondisi sumbing dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan anak di masa depan. Pengobatan bibir sumbing adalah untuk memperbaiki kemampuan makan dan minum, berbicara dan mendengar, serta memperbaiki penampilan wajah anak. Metode penanganannya dapat berupa operasi yang dilakukan secara bertahap namun hasilnya permanen.” katanya. (1-2).































