BBC, Cilegon – Dinsos Cilegon mendirikan    satu tenda pengungsian dan dapur umum untuk melayani warga terdampak Kebakaran Sampah di TPSA yang berada di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon. Pendirian tenda ini untuk mengakomodir warga yang akan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kepala seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Dinsos Cilegon Tb. Hkualizaman menyampaikan, tenda pengungsian dan dapur umum sengaja dibuat untuk tempat tinggal sementara bagi korban terdampak polusi udara yang disebabkan kebakaran TPSA Bagendung.

“Pemasangan tendanya cuma satu, dan Dapur Umumnya (DU) satu, personil Tagana perhari 20 personil. Pemasanganya melihat dari kondisi asap sudah dianggap baik dan masyarakat sudah tidak ragu lagi untuk balik lagi kerumah. Antara kurang lebih semibgguanlah, tapi kalo tiga hari selesai yah selesai,” kata Khualizaman kepada Bukabanten.co.id Kamis, (8/8/2019).

Nantinya lanjut Khualizaman, tenda pengungsian dan dapur umum akan memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi yang ada di TPSA Bagendung. masyarakat yang mengungsi  merupakan korban kebakaran TPSA Bagendung yang terjadi sejak hari sabtu tanggal 3 agustus 2019 hingga saat ini belum dapat dipadamkan.

“Yang mengungsi itu korban yang terdampak kebakaran TPSA bagendung, yang terjadi sejak tanggal 3 Agustus yang lalu sampai saat ini masih mengeluarkan asap,” jelasnya.

Khualizaman menerangkan, saat ini jumlah warga yang mengungsi akibat kebakaran TPSA itu sebanyak 123 Jiwa. Yang barasal dari tiga kampung yang berdekatan dengan lokasi TPSA tersebut. Yang berada di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.

“Yang terdampak itu warga Sami Buhut RT 08 dan RT 09 kurang lebih ada sekitar 500 jiwa lebih, tapi yang kita tangani yang berada di  pengungsi ada sekitar 123 jiwa,” pungkasnya. (1-2).

Baca juga :  Satgas Ops Bina Kusuma Maung 2021 Polres Cilegon Kembali Amankan Ratusan Botol Miras di Anyar