BBC, Serang – Hidup sebatang kara, Nenek Sapi’ah (90) warga Kampung Cidadap Pasir, RT 01 RW 03, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Banten. Bertahun-tahun tinggal digubuk kandang ayam.


Salah seorang warga bernama Rohaya (52) yang merupakan tetangga Nenek Sapi’ah menuturkan, selama ini yang merawat nenek Sapiah, seperti makan, minum, membersihkan tubuh sang nenek dan kotorannya, dilakukan oleh dirinya. 


Rohaya yang memiliki suami tukang ojek tersebut mengaku berharap pemerintah dapat membantu Nenek Sapi’ah. Baik untuk tempat tinggalnya maupun untuk kebutuhan hidup Nenek Sapi’ah sehari-hari. “Enggak punya suami, enggak punya keluarga, saudara. Kasian enggak ada yang ngurus. Saya kasih makan minum seadanya. Suami saya ngojek,” kata Rohayah, ditemui dikediamannya, Kamis (07/11/2019).


Menurut Rohaya, tempat tinggal Nenek Sapi’ah yang hanya berukuran 1,5 kali 1,5 meter persegi tersebut tidak layak ditempati. Pasalnya, Nenek Sapi’ah harus melakukan aktifitas buang air besar dan kecil di tempat tidurnya.


“Bangunan kamarnya hanya terbuat dari triplek tipis yang ditutupi spanduk bekas, alasnya hanya tanah. Atapnya pun hanya dari seng yang sudah bolong dan selalu bocor saat hujan turun. Nenek Sapiah hidup sebatang kara. Saat masih mudanya, sang nenek kerap memijat untuk orang yang membutuhkan tenaganya untuk ‘service badan,” kata Rohaya.


Rohaya menyampaikan, nenek Sofia saat ini telah menerima bantuan dari Koramil 0227/ Cipocok Kota Serang. 


“Alhamdulillah disini, dari Koramil, bapak ABRI datengin kesini, yang membangun ini dari Koramil. Kalau bisa mah pengen dibantu sama pemerintah, ya terserah pemerintah lah (apa bantuannya),” jelasnya.


Sementara itu saat dikonfirmasi, Pihak Koramil 0227/Cipocok membenarkan pihaknya telah membantu nenek Sapi’ah. Sehingga kondisi Nenek Sapi’ah saat ini lebih baik daripada sebelumnya.


“Iya betul kita telah membantu Nenek Sapi’ah, karena kasihan melihat kondisi tempat yang tidak layak untuk ditempati. Apalagi nenek Sophia hanya hidup Sebatang Kara,” kata Kapten CAJ (K) Ana Dahliana, ditemui dikantornya.

Ana menjelaskan, untuk membantu membangunkan kamar Nenek Sapi’ah tersebut. Pihaknya mengajak kepada semua Toko Matrial yang ada di wilayah Koramil 0227/ Cipocok Jaya Kota Serang.


“Sebenernya kita ga ada dana untuk bantu Nenek Sapi’ah, saya minta anggota saya keliling ke toko matrial untuk minta bantuan. Malu memang, tapi bagaimana lagi. Anggap saja kita membantu orangtua kita sendiri. Biar yang maha kuasa yang membalas,” jelasnya.


Kapten Ana mengaku apa yang dilakukan prajuritnya untuk membuatkan rumah layak huni masih belum sempurna. Namun hanya itu yang bisa dilakukan olehnya untuk membantu sesama. Terlebih Nenek Sapiah sudah di anggaonya sebagai orangtuanya sendiri.


“Kita bangun ala kadarnya saja, setidaknya lebih layak dari sebelumnya. Luasnya kita tambah jadi 2,5 meter kali 1,75 meter. Karena lahannya terbatas. Kita bangun selama tiga hari,” pungkasnya. (1-2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here