BBC, Serang – Penggabungan PT. Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk. dan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. merupakan upaya untuk meningkatkan skala usaha dan kualitas layanan kepada masyarakat. Kedua Bank tersebut akan tetap beroperasi secara normal dalam melayani nasabah. Sesuai dengan pernyataan Dhani Gunawan Idat, Kepala Kantor Regional (KR) 1 Otoritas Jasa Keuangan DKI Jakarta-Banten, dalam proses penggabungan usaha kedua bank ini.

“Maka dapat ditegaskan bahwa dalam proses merger Bank Banten dan Bank BJB tetap beroperasi melayani kebutuhan nasabah dan layanan keuangan masyarakat,” ujar Dhani.

Dhani menyampaikan kepada masyarakat khususnya nasabah Bank Banten dihimbau untuk tetap tenang karena dengan proses penggabungan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan skala usaha dan kualitas pelayanan bank kepada masyarakat yang lebih baik.

Hal senada disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Erwin Soeriadimadja. Menurutnya bahwa Bank Indonesia akan mendukung proses penggabungan kedua bank untuk meningkatkan skala usaha bank tersebut.

“Bank Indonesia juga akan mendukung kedua bank tersebut untuk tetap beroperasi secara normal, dan melayani kedua bank dalam bidang Sistem Pembayaran Tunai seperti Penarikan maupun Setoran Uang ke Bank Indonesia serta Sistem Pembayaran Non Tunai seperti Kliring dan RTGS,” katanya.

Bank Indonesia, kata Erwin akan berkoordinasi dengan OJK dalam proses merger untuk penyatuan operasional di Sistem Pembayaran serta berbagai kewajiban pelaporannya. Dengan merger tersebut, tentu akan memberi daya dukung yang lebih besar sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah untuk memperkuat pertumbuhan di Provinsi Banten.

“Diharapkan, Bank Pembangunan Daerah menjadi motor penggerak perekonomian daerah khususnya untuk dapat meningkatkan kredit usaha kecil dan mikro khususnya sektor industri yang produktif,” lanjut Erwin. (1-1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here