BBC, Cilegon : Lobi politik yang dilalukan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada pemerintah telah membuahkan hasil yang nyata dan dapat dirasakan oleh siswa siswi berprestasi maupun yang tidak mampuh di Kota Cilegon. Hal itu terbukti, dengan adanya pemberian beasiswa dari Program Indonesia Pintar (PIP) secara simbolis oleh Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta di Sekolah Dasar (SD) Negeri Kubang Kalak, dilingkungan Leweung Sawo, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Kecamatan Purwakarta, kota Cilegon, Selasa (21/9/2021).

Tercatat, saat ini sudah ada sebanyak
1.943 pelajar di Kota Cilegon telah menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat. Ribuan pelajar itu berasal dari 11 Sekolah Dasar (SD) Negeri, 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan satu Sekolah Menentukan Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Cilegon.

Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta mengatakan, beasiswa PIP merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut besarannya Rp 1 juta per sekali terima secara tunai, dan setahun hanya sekali penerimaan.

“Lumayan sangat membantu siswa di kala pandemi covid-19 yang masih berlangsung,” kata Sanuji usai menyalurkan bantuan tersebut. 

Sanuji menyampaikan, bantuan PIP itu merupakan hasil lobi politik yang dilakukan oleh anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ada si DPR RI Jazuli Juwaeni.

“Bantuan ini, hasil komunikasi politik Pak Jazuli Juwaeni (Anggota DPR-RI -red) terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penerimanya masih bisa bertambah,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta mengatakan, bantuan PIP disebar ke delapan kecamatan yang ada di Kota Cilegon. Bantuan tersebut hasil aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh Anggota DPR-RI Jazuli Juwaeni ke pemerintah pusat.

“Saya wakil rakyatbdari daerah pemilihan Purwakarta dan Jombang, makanya kami mengawal bantuan ini di SD Negeri Kubang Kalak, Purwakarta,” terangnya. 

Sitta mengatakan, beasiswa PIP pencairannya langsung ke Bank BRI. Penerima beasiswa menunjukkan bukti penerimaan bantuan yang telah diverifikasi oleh masing-masing sekolah ke Bank BRI tedekat. “Jadi bantuannya langsung ke penerima, kami hanya memberika secara simbolis,” ucapnya. 

Sitta juga berharap uang beasiswa PIP yang diterima oleh para siswa bisa digunakan untuk membeli sarana yang mendukung pembelajaran. “Jangan sampai beasiswa tersebut uangnya dibelanjakan ke mal, buat shopping,” kata Sitta kepada para wali murid yang hadir dalam penyaluran bantuan secara simbolis. (1-2).