BBC, Serang – Bencana banjir hingga longsor masih perlu diwaspadai warga di Kota Serang. Pasalnya hingga Februari nanti, Kota Serang masih dalam bayang-bayang cuaca ekstrem.

“Himbauan dari BMKG atas prediksi cuaca seperti badai La Lina yang puncaknya di bulan Februari. Seiring prediksi curah hujan tinggi sehingga airnya melimpah. Sehingga warga waspada dan bijak mengelola air,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, Kamis 20/1/2022.

Menurutnya, untuk mengantisipasi bencana itu warga diminta untuk menjaga lingkungan sekitar. Salah satunya rutin membersihkan selokan dan membuang sampah pada tempatnya.

“Misalnya selokan diperhatikan agar tidak menjadi persoalan yang menimbulkan banjir,” ucap Diat.

Dalam pencegahan banjir, kata dia diperlukan sinergitas antara pemerintah dan masyarakatnya. Pemerintah memberikan pelatihan mitigasi bencana, dan masyarakat harus menjaga lingkungan sekitar.

“Masyarakat dan pemerintah harus sinergi dalam menjaga dan mengelola lingkungan. Karena mengelola kelebihan air di lingkungan juga sangat penting untuk mengurangi potensi bencana,” terang Diat.

Oleh sebab itu, Diat menyebut pihaknya terus mengintensifkan upaya pencegahan dan penyuluhan kepada warga dalam mengantisipasi potensi bencana banjir dan longsor.

“Berdasarkan laporan memang wilayah kecamatan Serang, Cipocok Jaya, Kasemen dan Walantaka. Sedangkan longsor banyak dilaporkan terjadi di Kecamatan Taktakan. Karena Taktakan menjadi salah satu kecamatan yang konturnya perbukitan,” tandas Diat. (ADVETORIAL)

Baca juga :  Wali Kota Serang Syafrudin Apresiasi Kegiatan Literasi Media yang Digelar PWI