BBC, Cilegon – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) diminta untuk terus berkomitmen dalam menurunkan angka stunting di Kota Cilegon. Hal itu terungkap pada acara Fasilitasi TPPS Tahun 2023 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) di Aula Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Cilegon, Senin 20/3/2023.
“Kita harus terus berfikir agar stunting di Kota Cilegon ini menjadi 0 persen. Kota Cilegon ini sebagai kota madya yang kaya, jadi seharusnya tidak ada lagi stunting di kota ini,” ucap Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta disela-sela kegiatan.
Namun demikian lanjut Sanuji, untuk menurunkan angka stunting memerlukan komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder di Cilegon. Oleh karena itu, dirinya mengajak kepada TPPS untuk berkomitmen penuh dalam menurunkan angka stunting di Kota Cilegon.
“Kita harus selamatkan generasi penerus kita agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat. Berikan asupan dan gizi yang cukup serta vitamin, sehingga tidak ada lagi stunting di Kota Cilegon,” ujar Sanuji.
Menurut Sanuji, stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat memperlambat pertumbuhan anak. “Stunting ini menjadi persoalan yang harus diselesaikan. Sebab, stunting ini menyangkut dengan masa depan anak. Jika anak sudah mengalami gizi buruk maka kecerdasannya akan terhambat dan tumbuh kembang otak akan terganggu, sehingga masa depannya akan sulit,” tuturnya.
Berdasarkan data SSGI 2022 Sanuji mengungkapkan, angka stunting di Kota Cilegon berada di 19,1 persen.
“Angka penurunan stunting kita cukup cepat. Berdasarkan data terakhir dari SSGI berada di angka 19,1 persen. Kita harus bisa turunkan lagi sebesar 5,1 persen agar bisa mencapai target Nasional yaitu 14 persen. Kita harus bersama – sama menurunkan angka stunting ini,” katanya. (1-2).


































