BBC, Cilegon – “Bila kompetensi gurunya jelas dan berkualitas, otomatis siswa juga berkualitas,” seru Edi Hariadi, 13/5/2015, di hadapan sejumlah peserta konsultasi publik, perencanaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) bagi guru di aula dinas pendidikan. “Saya mengapresiasi USAID PRIORITAS yang sudah berupaya memajukan pendidikan di kota cilegon. Saya setuju profesionalisme guru perlu ditingkatkan sesuai kebutuhan masa kini, apalagi kota Cilegon ingin melaksanakan program sekolah mantap” katanya sekali lagi.

Menurut Edi, pengembangan aspek pedagogik pada guru hanya mampu ditingkatkan apabila terdapat hubungan dua arah dalam kegiatan belajar mengajar. “USAID PRIORITAS telah membawa perubahan cara guru mengajar, yang semula monolog menjadi dialog. Saya yakin hadiri di sini setuju semua bahwa guru tidak akan bisa memahami siswanya tanpa membangun dialog yang konstruktif terlebih dulu,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Mukhtar Gozali yang hadir berpendapat upaya mendorong kompetensi guru berkualitas sejalan dengan rencana “Sekolah Mantap”. Dia berkata, “Sekolah Mantap seperti sekolah model yang memenuhi sepuluh kriteria yang sudah ditetapkan, salah satunya adalah tenaga pengajar yang berkualitas. Tentu program pengembangan keprofesian berkelanjutan ini akan membantu kita memetakan kebutuhan guru sesuai kompetensinya.”

Selain itu, Kabid Beasiswa dan PMPTK Disdik Cilegon, Ismatullah yang memaparkan data dan perkembangan kompetensi guru di Kota Cilegon menyampaikan bahwa kemitraan dengan layanan pengembangan profesi guru perlu ditambah lagi seperti LPTK dan LPMP agar para guru mendapatkan akses yang lebih luas.

Mengenai akses layanan pengembangan profesi guru, Rifki Rosyad, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS juga menambahkan bahwa kemitraan USAID PRIORITAS dengan LPTK sudah lama diperkuat melalui pelatihan guru pra-jabatan. Di samping itu, USAID PRIORITAS mendukung program  Kemendikbud dan Kemenag dengan pendekatan berbasis gugus KKG/MGMP dan berbasis sekolah (whole school development).

Baca juga :  Ini Tahapan Penyerahan Dana Kampanye Untuk Parpol Peserta Pemilu 2019

Rikfi juga menjelaskan tiga alasan program PKB itu penting. Pertama, PKB akan menjamin setiap guru mencapai dan memenuhi standar kompetensi. Kedua, PKB menjamin setiap peserta didik mendapatkan pelayanan yang standar  dan berkualitas dalam pendidikan sehingga dapat mengembangkan diri sesuai dengan potensinya. Ketiga, PKB juga menjamin setiap guru memiliki penguasaan kompetensi yang sesuai dengan jenjang profesionalnya.

Kota Cilegon telah bermitra sejak tahun 2006 melalui program USAID –DBE, dilanjutkan dengan program USAID PRIORITAS pada tahun 2012. Selama kurun waktu kemitraan tersebut sudah terdapat 529 sekolah dan 5.806 guru yang sudah merasakan manfaat langsung program  ini. Untuk peningkatan kompetensi guru, Kota Cilegon memiliki 30 fasilitator daerah dan 4 fasilitator program buku bacaan berjenjang.(1-1/Anna)