BBC, Serang – Anggota DPRD Provinsi Banten Dede Rohana mendorong setiap pelaksanaan event di Banten agar dikoordinasikan lebih matang. Sehingga event seni dan budaya yang digelar dapat berimplikasi luas bagi masyarakat.
“Event seni dan budaya di Provinsi Banten harus dimatangkan. Jadi ada efek terhadap masyarakat Banten,” ucap Dede Rohana, Jumat 23 Mei 2025.
Salah satu yang perlu dimatangkan di antaranya yakni keterlibatan lintas OPD dalam mendukung event yang digelar. Apalagi saat kegiatan yang dilaksanakan itu sifatnya kegiatan Nasional atau bahkan internasional.
“Seperti mislanya event Sea Baduy yang sudah menjadi kegiatan Nasional melalui Kharisma Event Nasional (KEN) di Kemenpar RI. Bahkan saya kira Seba Baduy sudah menjadi kegiatan dunia, karena bagian dari warisan di dunia,” ujar Dede.
Seharusnya, kata Dede semua OPD ikut serta dalam mensukseskan kegiatan Sea Baduy itu. Mislanya Dispar ikut juga mempromosikan atau mendukung kegiatan Seba Baduy.
“Karena event seperti ini kan banyak dikunjungi wisatawan lokal dan Nasional. Jadi harus berbagi tugas antar OPD untuk mensukseskannya,” ucapnya.
Selain Seba Baduy, banyak agenda kesenian dan kebudayaan yang rutin digelar setiap tahun di wilayah masing-masing. Seperti misalnya Seren Taun Ci sungsang, Festival Sawarna dan Anyer dan lainnya.
“Jadi keragaman seni dan budaya ini harus dikemas dengan baik. Sehingga dapat mendongkrak kunjungan wisatanya lokallokal, Nasional dan Internasional sekalipun,” Kata Dede.

Sebagai informasi, Seba Baduy Tahun 2025 dilaksanakan warga Baduy sejak 2 Mei 2025. Mereka melaksanakan Seba diawali kepada Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiqi Jayabaya pada Jum’at malam (2/5/2025). Kemudian tanggal Sabtu pagi (3/5/2025) mereka menuju Kota Serang untuk melaksanakan Seba kepada Gubernur Banten, Andra Soni pada Sabtu malam(3/5/2025).
Dalam melaksanakan Seba, warga Baduy sebagian menggunakan kendaraan dan sebagian berjalan kaki. Sedangkan Baduy dalam semua menuju tempat Seba dengan berjalan kaki. Jarak tempuh yang dilalui sekitar 83 km. Sepanjang 50 km dari Desa Kanekes sampai dengan Ibukota Kabupaten Lebak, Rangkasbitung dan sepanjang 33 km dari Rangkasbitung ke Kota Serang. Sementara pakaian adat yang digunakan Baduy Luar berwarna hitam, dan Baduy Dalam berwarna putih. (Adv)





































