BBC, Serang – Banjir di Kota Serang disebabkan sumbatan dari tumpukan sampah. Apalagi sejauh ini kesadaran warga dalam membuang sampah di Kota Serang Belum baiik. Karena masih banyak warga yang dibuang sembarangan ke sungai atau saluran air.

“Diakui kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya itu masih belum baik. Karena banyak sampah dibuang di pinggiran kali dan akhirnya membuat sumbatan dan terjadilah banjir,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, Selasa (15/7/2025).

Diat menegaskan persoalan sampah menjadi pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai. Kesadaran masyarakat dinilai masih rendah meskipun sosialisasi rutin dilakukan.

“Padahal kami rutin melakukan sosialisasi ke warga. Selain melalui pertemuan, sering juga petugas melakukan keliling ke pemukiman warga,” ungkap Diat.

Diat menjelaskan tumpukan sampah di saluran air sering menyebabkan aliran air tersumbat, sehingga saat hujan deras turun, debit air meluap dan menggenangi pemukiman. Kondisi ini semakin diperburuk oleh adanya bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai.

“Sampah ini masih menjadi PR bersama. Banyak masyarakat yang masih buang sampah sembarangan di sungai atau kali kecil. Padahal ini penyumbang banjir terbesar selain penyempitan aliran air,” kata Heri.

“Belum lagi ada bangunan liar di sepanjang bibir sungai. Ini juga menjadi faktor lain banjir melanda Kota Serang,” imbuhnya.

Selain edukasi, Diat menyampaikan pihaknya terus mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menjaga lingkungan. Salah satunya melalui program Kelurahan Tangguh Bencana (KTB), yang kini sudah terbentuk di 34 kelurahan dari total 67 kelurahan di Kota Serang.

“Kami juga mengintensifkan keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan. Karena kalau bukan warga sendiri mau siapa lagi. Warga setempat yang paling paham persoalan dan caa penanngannya,” tegas Diat.

Baca juga :  Bupati Serang Apresiasi PMI Penuhi Kebutuhan Darah di Kabupaten Serang

Atas itu BPBD berharap perlunya  kolaborasi aktif antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, masalah klasik sampah dapat diatasi. Sehingga risiko banjir akibat cuaca ekstrem bisa ditekan seminimal mungkin.

“Sinergitas bersama antara pemerintah, masyarakat dan stakeholder ini penting. Karena tanpa peran bersama penanganan bencan sulit diatasi,” pungkas Diat. (Adv)