BBC, Serang – Jalur utama mudik lebaran di Banten bertebarang spanduk dan baliho yang mengancam keselamatan pengendara roda dua dan empat. Belum ada langkah pemerintah untuk menertibkan dan membersihkan area tersebut. Sementara menurut data Jasa Raharja, angka kecelakaan mengalami peningkatan 30 persen. Berdasarkan pantauan menjelang H-9 sebelum lebaran 1437 Hijriyah, spanduk dan baliho dengan mengunakan kayu bambu dipasang dipinggir dan median jalan, dengan ketinggian diatas satu mete3, bahkan ada yang sampai 5 meter. Spanduk dan baliho yang dipasang dengan liar tanpa mengindahkan ketertiban dan keindahan justru dilakukan oleh para politisi, maupun perusahaan dengan ucapan selamat menjalan ibadah puasa.
Bahkan tak sedikit spanduk kecil dengan ukuran 50 x 50 cm bergambarkan para tokoh ataupun kepala daerah dan mantan kepala daerah yang secara terang-terangan maju dalam Pilgub 2017 mendatang.   Tak kurang dari tujuh titik dari kawasan Ciruas, Kabupaten/Kota Serang dan Cilegon jalur mudik utama dan wisata mengancam jiwa pemudik. Titik rawan tersebut diantaranya di Pasar Ciruas, Terminal Pakupatan, Ciceri sampai Ramayan Mall Serang.   Di kawasan Kramatmatu, Kabupaten Serang, selain macet dikawasan tersebut juga ramai dengan spanduk dan baliho dipinggir jalan sampai dengan kawasan Serang perbatasan Kota Cilegon. Kabid Perhubungan Darat pada Dishubkominfo Banten, Abadi Nurwanto, Senin 27/6/2016, dihubungi melalui telpon genggamnya mengakui kondisi jalur mudik lebaran disepanjang Serang sampai Cilegon dirasa kurang nyaman dilalui. Karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP Provinsi dan Kabupaten/Kota agar segera melakukan penertiban. “Nanti disampaikan akan ditertibka, nanti kita buat, koordinasi dengan Satpol PP,” jelasnya.
Kepala Jasa Raharja Banten Ari Tjahyono mengungkapkan, angka kecelakan lalulintas mengalami peningkatan signifikan. “Sampai dengan Akhir Mei kemarin, kami mencatata ada peningkatan 30 persen dibandingkan dengan tahun lalu dibulan yang sama,” ujarnya.
Pada medio Mei 2016lanjut Ari, Jasa Raharja telah menggelontorkan angaran sebesar Rp16,145 miliar. Sedangkan selama kurun waktu  2015 mencapai Rp33,366 miliar untuk memberikan santunan kepada korban meninggal, perwatan, cacat tetap, dan penguburan. “Jadi kalau dilihat dari angkanya mengalami peningkatan,” katanya.
Penyebab utama terjadinya kecelakaan berdasarkan catatan Jasa Raharja penyebab tingginya kecelakaan lalu lintas adalah semakin baiknya kualitas jalan diwilayah provinsi. “Saya pernah ditanya oleh Pak Gubernur Banten soal penyebab kecelakaan, yah saya jawab karena jalannya sekrang banyak yang mulus, sehingga pengendara roda dua maupun empat selalu mengendarai dengan kecepatan tinggi,” ungkapnya
Baca juga :  Menko Pol Hukam Buka Kegiatan Speda Nusantara di Banten