BBC, Serang – Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim menghadiri peresmian Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri di Mapolda Banten, Kamis (2/10/2025). Peresmian Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri merupakan upaya mendukung program katahanan pangan nasional. Ketua DPRD Banten bersama Kapolda bersama-sama menyalakan sirine sebagai tanda diresmikannya ampung Bhayangkara Pangan Mandiri di wilayah hukum Polda Banten.

Dalam kesempatan itu Fahmi Hakim mengapresiasi peresmian Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri. Program ini dianggap strategis dalam upaya mendukung program pemerintah. “Kami dari DPRD mengapresiasi upaya Polda dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Bahkan, Fahmi menambahkan akan komitmennya dalam mendukung program tersebut. Salah satunya melalui dukungan anggaran atas program-program terkait ketahanan pangan di Provinsi Banten. “Upaya DPRD bagaimana menyiapkan anggaran untuk mendukung program tersebut. Nanti melalui dinas terkait akan didorong untuk bantuan bibit dan pupuk atau bisa juga alsintan,” terang Fahmi.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan program ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. “Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri merupakan wujud nyata dari komitmen kita bersama untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektoral. Program ini tidak hanya menjadi bagian dari tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga merupakan bentuk empati dan kepedulian sosial terhadap kondisi ekonomi serta kesejahteraan warga,” ujar Irjen Pol Hengki.

Kapolda Banten melanjutkan program ini sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029, serta mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah.

“Ketahanan pangan bukan hanya urusan sektor pertanian semata, tetapi erat kaitannya dengan keamanan nasional, stabilitas sosial, serta masa depan generasi muda bangsa. Polri bersama pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan produksi dan distribusi pangan, memberantas praktik penimbunan serta manipulasi harga, mendorong transparansi rantai pasok, dan menggerakkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam produksi pangan lokal,” tambah Kapolda.

Baca juga :  Ketua DPRD Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-79 Tahun 2025

Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui optimalisasi lahan, budidaya pertanian dan perikanan, serta pengelolaan hasil pangan berkelanjutan. Polda Banten mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam program ini. “Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, akademisi, pengusaha, serta seluruh elemen masyarakat adalah kunci sukses dari program ini. Harapan saya, Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri dapat direplikasi di berbagai wilayah lain, menjadi role model pembangunan berbasis ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan, serta membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” ucap Kapolda.

Karorena Polda Banten Kombes Pol Herry Ardyanto menyampaikan Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri ini akan diterapkan untuk 30 kampung yang ada di Bantenn. Dimana jumlah itu akan membagi 5 kampung di setiap kabupaten/ kota di wilayah hukum Polda Banten.

“Untuk pertama ini minimal 5 kampung dulu. Jadi untuk wilayah hukum Polda Banten itu minimal 30 kampung. Percontohan itu akan kami buat Kecamatan Kragilan, Baros dan Kopo untuk wilayah Serang. Nanti untuk yang lainnya menyusul,” tegasnya.