BBC, Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim melantik keanggotan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Banten masa bhakti 2017-2022, Jumat (4/07/2017) di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang.
Pelantikan tersebut, dihadiri juga Wakil Gubernur Banten Adnika Hazrumy, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina, Pengurus PKK Kab/Kota dan tamu undangan lainnya.
Gubernur Wahidin dalam sambutannya berharap, pengurus yang baru saja dilantik dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peran dan fungsinya masing masing. “Hal yang harus dihindari jangan sampai terjadi konflik antar pengurus PKK. Jangan menjelek-jelekan, jangan memamerkan kepentingan masing. PKK harus kompak, solid, bisa membangun komunikasi dan hubugan serasi dengan kab/kota,” kata Gubernur.
Dalam menjalankan Tupoksi PKK Provinsi Banten, Gubernur berkeinginan adanya sinergitas dengan kegiatan yang ada di Pemprov Banten. “Jauh lebih penting masyarakat banten harus mendapat perhatian dan itu tanggungjawab kita semua. Ada nilai ibadah kalau kita ikhlas apalagi masyarakat mencapai kesejahteraan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, kata Gubernur, Pemprov sangat mendukung eksistensi dan pelaksanaan 10 Program PKK. Hal tersebut tidak lain untuk mewujudkan tujuan dari gerakan PKK itu sendiri. Yakni memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dengan program-programnya. “Berapapun biaya untuk PKK akan kita dukung. Termasuk di dalamnya adalah program yang realistis. Efektif untutk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ketua TP PKK Provinsi Banten Nining Nuraini Wahidin Halim mengajak seluruh jajaranya agar jangan pernah merasa berat dan merasa menjadi beban, karena hal tersebut merupakan bentuk pengabdian dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, keanggotaan Tim PKK Provinsi Banten saat ini adalah sebagian orang-orang lama dan sebagian orang-orang baru, namun diirnya yakin semua dapat bekerja sama.“Semoga keanggotaan Tim PKK sekarang dapat mengemban tugas dengan sebaik-baiknya,” ucapnya. 
PKK INtensifkan 10 Program PKK
Pengurus TP PKK provinsi Banten terus mengintsifkan 10 program PKK. Dari 10 program tersebut harus menjadi salah satu program yang menjadi skala prioritas.
“PKK dengan 10 program sudah sangat lengkap. Tapi ini harus dilaksanakan, karena melakui 10 program ini bisa mensejahteraksn masyarakat. Program ini masih relevan meski diakui maisng-masing daerah berbeda. Diharapkan dari 10 itu ada yang menjadi sjala prioritas yang dilakukan oleh PKK di Banten ini,” ungkap ketua umum PKK, Erni Guntarti Cahyo Kumolo di Paula pendopo Gubernur KP3B, Curug Kota Serang, Selasa, (11/7/2017).
Menurutnya, diantara program PKK yang bisa menjadi skala prioritas adalah pendidikan karakter terhadap keluarga. Untuk itu di pokja satu misalnya harus mengutamakan pendidikan dan pola asuh terhadap guru-guru paud. Sehingga mereka juga tidak salah dalam mendidik anak-anak.
“Juga pendidikan keterampilan dan koperasi di pokja 2. Sehingga para ibu-ibu mampu membantu ekonomi keluarga,” katanya.
Erni juga mengatakan, pelantikan pengurus PKK provinsi Banten periode 2017-2022 ini merupakan konsekwensi logis dari pelantikan Gubernur. “Bahwa ketua pelantikan pengurus PKK Banten ini dilakukan oleh ketua umum PKK,” kata Erni.
Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutannya mengatakan, di era reformasi saat ini pengurus PKK harus bersaing dalam pembangunan. Karenanya pemerintah aka mendorong program-program PKK untuk terus berjalan dengan baik. “Tapi diakui kantor PKK yang belum ada masih perlu diperhatikan oleh pemerintah. Nanti akan kita siapkan untuk kantror PKK yang nyaman representatif sehingga pengurus bisa betah untuk tinggal di kantor,” ujar Gubernur.
Bahkan Gubernur berencana menyiapkan anggaran bantuan operasional terhadap PKK. “Kan ibu-ibu juga perlu ongkos untuk operasional. Jangan sampai gaji suaminya dipakai untuk operasional PKK. Nanti akan kami siapkan hibah secukupnya dan tentu untuk Banten terus maju. Makanya saya juga minta ibu Rossi dan ibu Rano untuk membantu istri saya dalam membesarkan PKK,” imbuhnya.
Kepala dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Banten, Sitti Maani Nina menyambut baik dengan telah dilantiknya pengurus TP PKK provinsi Banten. “Sesuai arahan ibu ketua umum dan pa Gubernur, kami berharap ada sinergitas program yang baik antara OPD dan PKK. Karena 10 program PKK sejalan dengan program yang ada di OPD,” tukas Nina. 
Keberhasilan TP PKK Provinsi Banten Diapresiasi Ibu Negara
Keberhasilan program TP PKK provinsi Banten diapresiasi oleh ibu kepala Negara, Iriana Joko Widodo. Bentuk apresiasi dari ibu Negera diwujudkan dengan menyambangi langsung desa Kohod, kecamtan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang dinggap menjadi percontohan Kampung Sejahtera. Kedatangan Ibu Iriana Joko Widodo disambut langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Niniek Suryani Wahidin, Rabu 2/8/2017. Di Desa Kohod, Istri Presiden Joko Widodo diteman Mufidah Yusuf Kalla dan beserta beberapa istri-istri menteri yang tergabung dalam ‘Oase Cinta’ meninjau langsung berbagai fasilitas penunjang yang telah dibangun di desa yang sebelumnya tertinggal tersebut seperti Posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini, Rumah Instan Sederhana Sehat, kebun bibit, lapangan bulu tangkis, sanitasi, jalan desa, rumah ibadah, hasil karya kerajinan tangan para warga. “Dijaga ya bu kebunnya. Mudah-mudahan bermanfaat,” kata Iriana kepada ibu-ibu yang menyambutnya di depan rumah warga.
Pada kesempatan tersebut Iriana Jokowi memberikan bantuan tas dan peralatan alat sekolah kepada siswa-siswa PAUD, bibit tanaman, makanan tambahan, kain batik kepada warga. Diakhir kunjungannya, Ibu Negara dan anggota OASE Cinta menyaksikan penanyangan video program kampung sejahtera serta mendengar penjelasan program tersebut dari Bupati Tangerang Zaki Iskandar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Maani Nina mengatakan, kunjungan Iriana Jokowi ini untuk melihat dan memastikan program Kampung Sejahtera yang dicanangkannya beserta Ibu-ibu Kabinet Kerja/ Oase berjalan dengan baik. “Desa Kohod selama setahun ini menjadi perhatian Oase Cinta beserta Pemprov Banten dan Kabupaten Tangerang. Beberapa masalah yang sedikit demi sedikit mulai dibenahi mulai dari infrastruktur, kesehatan, pengelolaan sanitasi dan partisipasi warga terhadap desa tertinggal ini sudah dilakukan sejak tahun 2016,” ujarnya.
Menurutnya, dipilihnya Desa Kohod oleh Oase sebagai Kampung Sejahtera lantaran desa itu dekat dengan Jakarta sebagai Ibukota Negara. Dulu sebelum dicanangkan sebagai kampung sejahtera, kondisisnya sangat memprihatinkan. Di mana saat dilakukan pendataan, terdapat 90-an rumah kumuh, infrastruktur jalan desa yang buruk, persoalan sanitasi dan lahan pertanian yang tidak bisa digarap oleh masyarakat setempat. “Setelah dilakukan pembinaan, sekarang desa ini menjadi model kemandirian tingkat desa. Dulu terbelakang, sekarang warganya sedikit-sedikit sadar akan kesehatan dan kesejahteraanya,” ucapnya.
Nina berharap dengan sering dilakukanya peninjauan seperti ini, target Kampung Sejahtera bisa segera dirasakan warga Desa Kohod mengingat proses pembenahan desa yang terpantau pemerintah pusat. “Pemprov juga ikut terlibat dalam program ini, baik OPD maupun PKK. Ibu Gubernur selaku ketua tim penggerak PKK selalu terjun mengecek program ini. Kami juga melakukan pembinaan termasuk memberikan bantuan dana melalui Pemkab Tangerang, bantuan makanan tambahan bagi anak-anak dan bibit tanaman. Nanti kita juga akan berikan bantuan kepada lansia dan posyandu setempat,” kata Nina.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan penetapan Desa Kohod sebagai percontohan desa sejahtera atas inisiatif para isteri menteri di Kementerian yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja. “Mereka menunjuk Kohod sebagai kampung cinta binaan Oase,” kata Zaki.
Sejak 2016 ditetapkan sebagai kampung cinta binaan Oase, Desa Kohod bersolek. Infrastruktur dasar desa itu diperbaiki, jalan kampung dan jalan setapak yang berada di desa itu yang dulu rusak, kini sudah dibeton dan di konblok. Perbaikan sanitasi dan akses air bersih bagi warga serta bedah rumah warga yang tak layak huni telah dilakukan. “Banyak pihak yang terlibat disini, nanti kita kembangkan di desa lainnya agar lebih merata, ” kata Zaki. (ADVETORIAL)




































