BBC, Serang – Seorang pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang berinisal M diduga melakukan penganiayaan terhadap mantan istrinya bernama Dini Hartina Lubis, pada tanggal 14 November 2017 yang lalu di Perumahan Griya Lopang Indah Kota Serang, saat sang mantan suami hendak mengajak anaknya untuk berlibur akhir pekan.

Berdasarkan Pengakuan korban, dirinya sudah bercerai dengan suaminya sekitar setahun yang lalu. Hasil dari pernikahan keduanya tersebut telah dikaruniai tiga orang anak.
“Anak yang pertama ikut suami saya. Anak kedua dan ketiga ikut dengan saya,” kata Dini saat ditemui di salah satu Rumah makan yang berada di Kota Serang, Selasa 28/11/2017.

Dini menuturkan bahwa seperti biasanya, mantan suaminya itu mengajak anak hasil pernikahanya yang tinggal bersama Dini untuk menghabiskan waktu akhir pekan.

“Kan anak kedua dan ketiga dari hasil pernikahan saya sama mantan suami saya tinggal bersama saya. Biasanya dijemput sama mantan suami saya mau diajak berlibur, karena keesokan harinya mau ada resepsi pernikahan keluarga, saya tida izinkan tetapi mantan suami saya malah marah sampai menendang dada kiri saya hingga terjatuh. Tidak berhenti disitu mantan suami saya juga menendang punggung sebelah kiri saya dan menjambak rambut saya,” tutur Dini

Dini menjelaskan bahwa pada saat pertengkaran terjadi, dirinya dengan mantan suaminya itu kedua anaknya menyaksikan langsung saat dirinya ditendang oleh mantan suaminya tersebut.

“Anak saya menyaksikan langsung saat saya berantem sama mantan suami saya itu,” ujar Dini

“Akibat keributan yang terjadi antara saya dengan mantan suami saya itu, tetangga datang untuk melerai saya dengan mantan suami saya,” ucapnya.

Usai kejadian penganiayaan yang dialaminya itu, Dini mengaku langsung melakukam visum ke Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara, Kota Serang.

“Setelah melakukan Visum saya langsung ke Polres Serang Kota untuk melaporkan mantan suami saya yang telah menganiaya saya,”jelasnya

Laporan tersebut sudah diterima oleh Dini dengan nomor TBL/337/X/2017/ SPKT.C/ Polres Serang Kota. Namun demikian, hingga saat ini kasus tersebut belem menemui kejelasan.

“Saya sempat dipanggil tiga minggu setelah laporan. Tapi sampai sekarang nggak ada kelanjutannya,” tukas Dini.
(1-2)