BBC, Cilegon – Kota Cilegon mendapatkan peringkat terahir dalam perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi yang ke-15 tahun 2018 yang diadakan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) beberapa waktu lalu, maka dari itu Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan melakukan evaluasi dalam pembinaan Qori dan Qoriah. Demikian diungkapkan Asisten Daerah (Asda 1) Kota Cilegon Taufikurahman saat ditemui usai mengikuti sidang paripuran masa reses pembukaan I, diaula DPRD Kota Cilegon. Senin (23/4/2018)

Berbeda dengan apa yang sudah dicapai oleh Pemkot Cilegon pada 2 tahun terakhir, pada tahun ini Penkot Cilegon menempati peringkat paling bawah.

“Kami akui, peringkat Kota Cilegon dalam MTQ yang ke-15 tahun ini ada pada posisi paling bawah. Kenapa demikian, karena kami melakukan pembinaan dan selalu menggunakan putra daerah yang harus tampil. Artinya dalam pembinaan butuh proses yang cukup panjang,”kata Taufik kepada Bukabantennews.com

Menurutnya, dalam mencetak Qori dan Qoriah yang handal tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selain waktu yang lama, juga potensi pada kafilah Kota Cilegon sendiri, karena memang dalam perlombaan tersebut banyak item.

“Ada beberapa peningkatan dimata lomba, dimana kafilah Kota Cilegon berdasarkan laporan dari Kontingen, yang dulu tidak masuk sekarang masuk, kemudian juga menjadi semi finalis dan itu artinya ada peningkatan,”ujarnya.

Walau demikian lanjut Taufik, Pemkot Cilegon tetap berkomitmen dalam melakukan pembinaan, sehingga dalam proses pembinaan tersebut akan bermunculan Qori dan Qoriah yang handal dan diharapkan akan mendapatkan prestasi.

“Tetap kami berkomitmen akan terus melakukan pembinaan, dimana selama ini akan ada penambahan waktu dalam program pembinaan. Misalnya dari seminggu 2 kali, bisa menjadi 3 kali dan seterusnya,tetap kami akan berusaha dalam melakukan pembinaan,”tuturnya.

Sementara itu anggota DPRD Kota Cilegon sekaligus Ketua Fraksi Gerindra Hasbi Sidik menilai, apa yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon selama ini sudah bagus. Bahkan bila perlu harus ditambah pesertanya dan harus melalui seleksi yang ketat.

“Artinya begini, dalam setiap perlombaan yang akan digelar itu ada berjenjang, mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan dan tingkat Kota Cilegon. Ini memang tugas semua unsur baik pihak kelurahan,kecamatan dan instansi yang bersangkutan,”ucapnya.

Ia menilai, selama ini pembinaan dalam LPTQ harus ada terobosan yang baru, apalagi sekarang tekhnologi sudah maju. Dengan begitu,kata dia, maka bisa didapat hasilnya dalam waktu yang tidak lama.

“Pembinaan itu butuh proses yang lama,itu memang betul,akan tetapi dalam program pembinaan perlu belajar dari berbagai hal.Itu tidak salah kalau mau belajar kepada wilayah yang lain,karena saya kira sangat baik. Kalau bisa diterapkan di pembinaannya,kalau tidak jangan,”ungkapnya. (1-2)