BBC, Cilegon – Ketua Asosiasi Pengusaha Truck Indonesia (Aptrindo) Provinsi Banten Saiful Bahri mengaku keberatan dengan adanya kebijakan pemerintah terkait sistem ganjil genap di Ruas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Jakarta-Tangerang. Demikian diungkapkan Saiful saat ditemui di kantor pemerintah (Pemkot) Cilegon. Selasa, 24/4/2018.

“Yang jelas pengusaha Truk di Banten dengan adanya sistem ganjil genap itu, merasa dirugikan. Karena biasanya kita bisa muat sehari bisa dua kali, dengan adanya kebijakan itu hanya bisa muat sebanyak dua hari sekali,” kata Saiful kepada Bukabantennews.com

“Yah jujur saja, saya pengusaha Truck merasa keberatan. Tapi karena pemerintah ngotot saja yah mau gimana lagi, kalo dari Banten yah jalur alternatipnya kalo dari Banten paling bisa lewat Tol Tanggerang Jakarta, ga mungkin kita muter lewat bogor kesana,”tuturnya.

Menurutnya, kalo peraturan sistem ganjil genap itu diberlakukan mulai dari Pukul 06 sampai dengan pukul 09 pagi berarti waktunya tertunda selama tiga jam.

“Mobil yang seharusnya sudah sampai tujuan, dengan adanya aturan sistem ganjil genap maka mobil jadi tertahan selama tiga jam,”ucapnya

“Sedangkan pada pukul 09 itu, jalan yang kearah jakarta dalam kondisi sibuk (Macet),”ungkap Saiful

Maka dari itu, para pengusaha Truk yang ada di Banten akan mengalami kerugian hingga miiaran rupiah.

“Kalo dalam sebulan biasanya bisa Bongkar muat sebanyak 20 Rit, karena adanya kebijakan itu, bisa berkurang hingga mencapai 50 persen,”ujarnya

Oleh sebab itu, untuk menyikapi kebijakan tersebut Pihak Aptrindo Banten sudah mengirim surat kepada Dinas Perhubungan agar kebijakan itu tidak diberlakukan di Ruas Tangerang Jakarta.

“Karena mekanismenya harus ditempuh, karena kita juga kan ada hubungan dengan pihak lain karena kita juga ada hubungan dengan Lisink,” tukas Saiful. (1-2)

Baca juga :  Persatukan Berbagai Paguyuban Etnik Disparbud Kota Cilegon Gelar Cilegon Ethnic Carnival (CEC)