BBC, Serang – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banten, ikut serta memeriahkan kegiatan Kota Serang Fair tahun 2018 dengan menampilkan berbagai pentas seni pencak silat dan Debus Banten yang diselenggarakan di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu, 2/8/2018.
Dengan dilibatkanya pencak silat dalam kegiatan Kota Serang Fair tahun 2018 yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hut Kota Serang yang ke-11 tahun tersebut, Ketua IPSI Banten Ajat Sudrajat dalam sambutanya menyampaikan kepada masyarakat Banten untuk tidak malu atau minder untuk belajar pencak silat.
“Ga perlu takut, minder, atau malu untuk belajar pencak silat. Karena pencak silat juga dapat dijadikan harapan untuk masa depan,” ujarnya.
Ajat juga menyampaikan bahwa, saat ini pencak silat sudah hadir di 40 Negara di Dunia, serta Pencak Silat merupakan salah satu warisan Budaya Bangsa yang masih ada di Provinsi Banten.
“Pencak silat saat ini sudah merambah di 40 Negara di Dunia. Maka tidak perlu malu untuk belajar pencak silat, bila perlu harus mau belajar pencak silat ditempat-tempat terbuka. Apa lagi saat ini di Banten pencak silat dijadikan salah satu Pelajaran Mulok muatan lokal di Sekolah-sekolah SD, SMP dan SMA dengan begitu pencak silat 5-10 tahun kedepan pasti akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Ajat mengaku mengapresiasi kepada Pemkot Serang yang sudah melibatkan pencak silat dalam rangkaian Hut Kota Serang yang Ke-11 tahun.
“Terima kasih kepada Pemkot Serang yang sudah melibatkan para pesilat yang ada di Banten untuk ikut serta memeriahkan perayaan HUT Kota Serang ini. Semoga dengan dilibatkanya para pesilat dalam perayaan ini dapat membuat masyarakat Kota Serang mau belajar pencak silat,” ucapnya.
Ajat juga berharap, kepada pemerintah baik Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten yang ada di Provinsi Banten agar dapat lebih perhatian lagi terhadap kesenian dan budaya pencak silat yang ada di Banten.
“Saya berhara terhadap pemerintah kususnya kepada intansi-intasi yang ada di Banten agar kedepan pencak silat dapat perhatian lebih. Karena Pencak Silat merupakan salah satu warisan Budaya Bangsa Indonesia yang masih ada di Banten yang harus bersama-sama kita lestarikan,”tandasnya.
Sementara itu, ditemui ditempat yang sama aktifis sosial di Banten Rochman Setiawan mengatakan beragam kegiatan yang dilaksanakan di Kota Serang Fair 2018 memiliki nilai edukasi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak dan bisa menjadi ruang informatif bagi masyarakat luas.
“Kegiatan yang dilaksanakan cukup baik, seperti dalam mendongeng ini, tidak serta merta orang tua mendidik anak dengan gadget. Kegiatan mendongeng mampu mengasah daya komunikasi anak, melatih ekspresi dan masih banyak hal lainnya yang bisa kita ambil sisi positifnya sebagai bahan edukasi anak. Saya berharap, semoga hal ini bisa juga di lakukan di berbagai daerah. Sebetulnya sudah banyak orang orang yang sudah handal dalam mendongeng anak dan sudah fenomenal seperti Kak Putri Dongeng dari Cilegon. Saya yakin beliau juga mau menukarkan ilmunya di berbagai pendidikan anak di Banten untuk mendongeng,” ungkap Rochman.
Pada kesempatan tersebut, Rochman Setiawan juga di percaya sebagai juri di acara lomba dongeng anak ini. Selain aktifis sosial, pria humoris yang biasa di panggil Bang Omen ini juga memang biasa di panggil dan hadir di berbagai acara anak anak untuk mendongeng.
“Semoga acara tersebut bermanfaat buat inspirasi anak Negeri di Banten,” tutupnya.
Untuk diketahui, selain di isi dengan berbagai kegiatan yang mengandung unsur edukasi, hari keempat pelaksanaan Serang Fair 2018 diisi dengan kegiatan pagelaran pentas seni pencak silat kreasi di Panggung Utama. (1-2)




































