BBC, Lebak – Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Lebak dan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten Lebak menyoroti kegiatan kelompok pengajian Paguyuban Sunda Karuhun (Paku) di Kampung Parindang RT 03 RW 04, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak yang diduga menganut aliran sesat. Kelompok pengajian Paku yang diduga menganut aliran sesat dipimpin oleh Daria Eyang Sepuh warga setempat.
“Kelompok organisasi kemasyarakatan (Paku) terindikasi mengarah pada aliran sesat. Namun belum bisa diputuskan sesat karena mau kita dalami dulu,” kata Kepala Kesbangpol Lebak, Yusuf usai rapat bersama Bakorpakem Kabupaten Lebak di kantornya, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Sabtu 8/9/2018.
Yusuf menjelaskan, sebelum mengambil keputusan, Bakorpakem terlebih dahulu akan memanggil pihak-pihak terkait. Membahas lebih lanjut terkait keberadaan aktivitas kelompok pengajian tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.
“Kita juga akan melakukan pemanggilan terhadap kelompok pengajian Paku. Setelah itu kita kaji sesat tidaknya nanti keputusannya hari Senin (pekan depan),” katanya.
Yusuf menjelaskan, berdasarkan hasil informasi diperoleh Bakorpakem pengajian Paku terindikasi aliran sesat karena banyak ajaran tidak sesuai syariat Islam. Seperti halnya salam pada acara pembukaan kegiatan pengajian mengucapkan sampurasun, salam bumi pertiwi, salam Indonesia.
“Keterangan ini didapat dari pengikut sudah tak aktif. Yang diklarifikasi oleh Sat Intelkam Polres Lebak,” katanya.
Keterangan lainnya, kata Yusuf yaitu pengikut pengajian Paku tidak diwajibkan menghadap kiblat. Mereka dibolehkan solat menghadap arah manapun serta puasa Ramadhan tidak perlu dilaksanakan satu bulan penuh.
“Puasanya pada hari Senin, Kamis, Jumat dan hari kelahiran. Lalu tak membahas Alquran dalam pengajian hanya membahas pengkajian diri yang dimpimpin eyang sepuh,” katanya.
Kepala Desa Panancangan Subadri menuturkan, kelompok pengajian Paku yang diduga menganut aliran sesat sebetulnya sudah lama.
“Sudah ada lima tahun dan kita gak nyangka karena dikira paguron aja. Tapi setelah lama berjalan diketahui mengajarkan aliran sesat,” katanya. (AK/1-1)




































